SABTU , 15 DESEMBER 2018

Melihat Progres Tol Layang AP Pettarani

Reporter:

Editor:

Iskanto

Sabtu , 13 Oktober 2018 08:40
Melihat Progres Tol Layang AP Pettarani

ANDRISAPUTRA/RAKYATSULSEL MENYEMPITAN JALAN. Pengendara melintasi Jl AP Pettrani Makassar, Rabu (10/10).

Pasca penandatanganan kontrak kerja tahun lalu, pengerjaan fisik tol layang di Jalan AP Pettarani Makassar, sudah dilakukan. Ada sejumlah hambatan yang ditemui pelaksana. Diantaranya, proses penggalian tanah untuk tiang pancang yang terhambat oleh pipa PDAM.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftachul Munir, mengungkapkan, pembangunan jalan tol layang AP Pettarani sementara digenjot.

Namun, pihaknya masih terkendala dengan pipa PDAM yang menghalangi penggalian tanah untuk pemasangan tiang pancang.

Sebagai solusi, PT Bosowa Marga Nusantara selaku kontraktor diminta untuk segera memindahkan pipa PDAM yang berada tepat di lokasi pemancangan tiang jalan. Butuh waktu tiga bulan untuk pemindahan pipa PDAM.

“Pipa ini akan dipindahkan ke lajur lambat sebelah kiri. Kemarin kita minta di pinggir, cuma terkendala banyak pipa solar, serap optik dan kabel PLN.

Kalau kita pasang paling pinggir di atas saluran, bisa mengganggu samping jalan termasuk proses maintence yang sulit,” ungkap Miftachul, kemarin.

Saat ini, proses pemindahan pipa PDAM mulai dilakukan dengan membangun rem di dekat Fly Over Urip Sumoharjo. Proses pemindahan pipa ini juga dilakukan secara bertahap, karena akan mengganggu proses distribusi air di Kota Makassar.

Pengerjaan lain yang masih akan dilakukan oleh kontraktor adalah penggantian beberapa aset jalan nasional yang dibongkar untuk pembangunan tol. Mulai dari separator hingga median jalan.

“Investor siap menggantikan aset kita seperti separator dan median jalan. Mereka janji diganti dan akan dipasang di Baddoka, mulai depan Polda sampai Hotel Dalton, bulan ini harus mulai kerja. Kita sementara lakukan koordinasi dengan Balai Pengelolaan Transportasi Darat,” jelasnya.

Sejak pekan lalu, ruas Jalan AP Pettarani khususnya di jalur pembangunan jalan tol layang mengalami penyempitan ruas di titik depan jalan Abubakar Lambogo dari arah Jalan Sultan Alauddin – Flyover.

PT Bosowa Marga Nusantara yang menjadi kontraktor proyek ini memberi penjelasan bahwa, penyempitan ruas Jalan AP Pettarani itu karena pengerjaan sudah memasuki tahap utama pembangunan jalan tol layang.

“Itu sudah mulai masuk pengerjaan utama. Jadi memang bagian yang dikerja itu yang di tengah. Cuma masalahnya sekarang, kan PDAM itu belum selesai. Itu dikerja sekitar dua hingga tiga bulan PDAM,” ujar Dirut PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha.

Anwar menjelaskan, penyempitan ruas jalan proyek bernilai Rp 2,2 triliun itu untuk persiapan pemancangan tiang utama jembatan. Namun, penyempitan jalan hanya bersifat sementara.

“Kalau tiangnya sudah naik, mungkin akan diubah lagi rekayasa lalu lintas sekitar, akan dibongkar lagi penutupnya. Sama dengan yang di tengah itu. Jadi tidak selamanya akan ditutup,” jelasnya.

Pengerjaan pembangunan tol layang sepanjang 4,3 kilometer di Jalan AP Pettarani tersebut, ditargetkan selesai Februari 2020.

“Kami target pengerjaan selama 22 bulan. Kalau tidak ada halangan, Februari 2020 itu sudah selesai.” pungkasnya. (*)


div>