SENIN , 17 DESEMBER 2018

Melirik Progres Elevated Road Maros – Bone

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Jumat , 15 September 2017 10:30
Melirik Progres Elevated Road Maros – Bone

PENINJAUAN. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, didampingi sejumlah pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulsel, meninjau proyek elevated road Maros - Bone, Kamis (14/9). MD FAJAR/RAKYAT SULSEL

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Pembangunan elevated road atau jalan layang Maros – Bone Segmen 1, diperkirakan rampung Desember mendatang. Khusus untuk pengerjaan elevated road, progresnya sudah mencapai 90 persen.

Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Balai Besar Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar, Budiamin, menjelaskan, saat ini progres pembangunan proyek senilai Rp 167 miliar sudah mencapai 59 persen. Khusus untuk pengerjaan elevated road, sudah mencapai 90 persen. Pihaknya mengupayakan, proyek tersebut selesai Desember nanti.

“Kita usahakan untuk elevated road bisa selesai Desember. Tapi secara keseluruhan dengan pengerjaan jalannya, kontraknya sampai bulan Juli 2018. Karena memang ada penambahan kontrak,” kata Budiamin, yang mendampingi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memantau perkembangan proyek elevated road poros Maros – Bone, Kamis (14/9) kemarin.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta agar sisa pekerjaan jalan layang sepanjang 316 meter dilakukan Desember akhir tahun ini. Menurutnya, poros Maros – Bone merupakan urat nadi perekonomian bagian tengah Sulsel. Selain itu, jalan ini menghubungkan Sulsel dengan Sulawesi Tenggara.

“Desember kita harap elevatednya selesai. Ini akan berlanjut sampai segmen dua dan tiga sampai Sumpang Labbu di Bone. Kalau dilihat dari apa yang ada, konstruksi yang paling utama adalah tidak bergeser dari jadwal,” harapnya.

Terkait masalah lahan yang belum dibebaskan, Syahrul berharap pemerintah daerah melakukan koordinasi, terutama dengan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TNBB). Sebab selain pembangunan elevated, juga ada pelebaran jalan sepanjang dua kilometer dan pembangunan jembatan.

Saat peninjauan, Syahrul terlihat cukup antusias melihat perkembangan proyek tersebut. Secara khusus, dia meminta jalan tersebut dibuatkan terowongan sepanjang 1,7 kilometer, agar tidak merusak kawasan hutan yang masuk dalam TNBB.


div>