KAMIS , 21 JUNI 2018

Melirik Progres Pengerjaan Empat Bendungan di Sulsel

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Kamis , 01 Februari 2018 10:45
Melirik Progres Pengerjaan Empat Bendungan di Sulsel

TINJAU BENDUNGAN. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang saat meninjau pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, beberapa waktu lalu. Progres pembangunan bendungan Passeloreng lebih cepat dibandingkan tiga bendungan lainnya yang sementara dibangun di Sulsel. (IST)

Ada yang Hampir Rampung, Ada yang Terkendala Lahan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sulawesi Selatan merupakan satu-satunya provinsi yang diberi kepercayaan oleh pemerintah pusat, untuk membangun bendungan dalam satu periode. Antara lain, Bendungan Karaloe di Jeneponto, Pammukkulu di Takalar, Passeloreng di Wajo, dan Bendung Baliase di Luwu Utara. Seperti apa progresnya saat ini?

Pembangunan empat bendungan sebagai mega proyek strategis nasional di Sulsel tersebut, hingga kini progres pengerjaannya terus dirampungkan. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Tata Ruang dan Cipta Karya Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengatakan, Bendungan Passeloreng di Wajo ditargetkan rampung akhir tahun ini, dan Bendungan Karaloe diharapkan bisa dimanfaatkan pada tahun 2019 mendatang.

“Bendungan yang progresnya paling baik adalah Bendungan Passeloreng di Wajo,” kata Darmawan, Rabu (31/1) kemarin.

Ia membeberkan, tahun ini bagian bendungan utama Passeloreng akan mulai dibangun. Targetnya Desember 2018 bisa selesai, termasuk untuk fasilitas lainnya. Sampai saat ini telah mencapai 67,62 persen.

“Total anggaran untuk Passeloreng berkisar Rp 700 miliar lebih,” ungkapnya.

Meski begitu, beberapa masalah juga kerap menghantui pengerjaan Bendungan Passeloreng. Seperti masalah pembebasan lahan. Namun, Darmawan mengaku tetap optimistis bisa diselesaikan, karena masalah lahan ini sedang bergulir penyelesaiannya.

“Yang dipakai ini skema optimistis berjalan tanpa ada kendala. Insyaallah bisa rampung,” ujarnya.

Darmawan menyebutkan, dengan sisa pengerjaan Passeloreng yang mencapai 33 persen, pihaknya yakin mampu mengejar penyelesaian sesuai target. Sedangkan untuk Bendungan Karalloe, saat ini untuk fisiknya sudah mencapai 38,81 persen, dan ditargetkan selesai pada tahun 2019.

“Kami berharap ini bisa selesai juga tepat waktu, permasalahan yang sempat menghambat ini juga sudah selesai,” paparnya.

Selain Passeloreng yang ditarget rampung tahun ini, Bendung Baliase di Luwu Utara juga diperkirakan selesai akhir tahun mendatang. Progresnya hampir sama dengan Passeloreng.

“Bendung Baliase ini dianggarkan Rp 232 miliar dari APBN,” lanjutnya.

Sedangkan untuk Pamukkulu, kontrak pekerjaan baru ditandatangani November 2017 lalu. PT Wijaya Karya akan mengerjakan paket 1 dengan nilai kontrak mencapai Rp 852 miliar.

Sementara PT Media Karya mengerjakan paket 2 dengan nilai kontrak mencapai Rp 800 miliar. Saat ini, progres untuk paket 1 baru 0,11, persen, dan paket 2 baru 0,02 persen secara fisik.

“Dalam kontrak tersebut, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan Bendungan Pamukkulu ini mencapai Rp 1,7 triliun dari APBN. Dengan jangka waktu proses pengerjaan 2017-2021,” terangnya. (*)


div>