MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Memasang APK Diluar Aturan Terancam Sanksi Pidana

Reporter:

Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 31 Mei 2018 12:22
Memasang APK Diluar Aturan Terancam Sanksi Pidana

Dok. RakyatSulsel

*IYL-Cakka Pilih Cara-cara Santun

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Adu strategi dalam satu bulan terakhir menjadi penentu bagi kandidat gubernur untuk meraih suara terbanyak. Kondisi inipun membuat kandidat berusaha untuk mempengaruhi pemilih dengan berbagai cara. Bahkan melanggar aturan secara terang-terangan pun kerap dilakukan.

Dikonfirmasi mengenai hal itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel Laode Arumahi mengatakan, kandidat gubernur telah mendapatkan waktu yang cukup lama untuk melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat. Sehingga, harusnya dengan semakin dekatnya waktu pencoblosan tidak melakukan hal-hal yang bersifat pelanggaran.

“Masa kampanye cukup lama sejak Februari hingga 3 hari sebelum hari H. Kenapa menjelang hari akhir baru sibuk ?,” kata Laode, Rabu (30/5).

Berbagai kejadian pun terjadi, kata Laode, dimana apa yang menjadi program dan janji menepati aturan malah tidak diperhatikan. Tetapi lebih fokus untuk terus membangun pencitraan diri dengan berbagai cara. “Akibatnya tidak fokus dan konsentrasi, ada yang keluar dari subtansi visi misi dan program kerja, bahkan bisa menyempet pada pelanggaran,” jelasnya.

Laode mencontohkan beberapa kejadian pelanggaran yang dilakukan kandidat. “Contoh pelanggaran adalah dengan memasang alat peraga kampanye diluar diluar desain KPU di tempat-tempat terlarang. Untuk kasus seperti, Bawaslu Sulsel sudah memerintahkan kepada Panwas kabupaten/kota untuk proses pidana dan administrasi,” tandasnya.

Komisioner Divisi Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi, dan Hubungan Antar Lembaga KPU Sulsel, Uslimin menegaskan jika APK salah satu paslon yang masih menjamur adalah pelanggaran karena bukan produksi KPU.

Menurutnya, untuk pengawasan adalah wewenang Bawaslu serta Panwaslu untuk melakukan penertiban jika dianggap melanggar ketentuan Pilkada.

“Itu tak boleh, paslon harus ikut aturan main. Tapi APK marak begini adalah rana dan kewenangan Paswaslu bersama Bawaslu untuk lakukan penertiban,” ujarnya saat ditemui di kantor KPU Sulsel, Rabu (30/5/2018).

Oleh sebab itu, mantan jurnalis ini mengimbau kepada paslon serta tim untuk mengikuti aturan sehingga hal yang berkaitan dengan APK segerah dicabut.

” Jadi, untuk imbauan khusus ke tim paslon agar mencabut atribut yang melanggar aturan Pilkada,” harap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), Henny Handayani menuturkan bahwa tim pemenangan IYL-Cakka tidak akan menghalalkan segala cara untuk menarik simpati masyarakat. Apalagi kalau sampai melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh KPU.

“Kami tetap on the track. Patuh pada aturan main yang telah ditetapkan. Terkait strategi sangat erat kaitannya dengan model sosialisasi yang dilakukan tim,” kata Henny.

Untuk menarik simpati masyarakat, Henny mengaku tim IYL-Cakka punya cara tersendiri yang lebih santun tanpa harus menerobos aturan yang berlaku. “Misalnya bagaimana meraih simpati pemilih mengambang atau swing voters dengan mengemas sosialisasi program yang lebih efektif dan kemasannya lebih menarik,” jelasnya.

Karena memang menurut Henny, untuk menarik simpati pemilih, tim lawan terkadang lebih memilih cara instan dengan konsekuensi melanggar aturan. Tapi hal itu tidak berlaku bagi tim IYL-Cakka yang punya berbagai cara yang lebih efektif.

“Medianya bisa bermacam macam. Khususnya memaksimalkan potensi sosial media yang dimiliki tim. Menarik simpati pemilih tak mesti dengan melanggar aturan,” papar Henny.

Tim IYL-Cakka kata Henny, ingin menghadirkan pesta demokrasi yang fair dan sehat. Dengan tidak menggunakan cara-cara licik untuk mencapai kemenangan.

“Kami ingin menciptakan situasi pilgub yang lebih harmonis dan ini bisa diaplikasikan melalui model kampanye dan seruan seruan kebaikan melalui media mainstream ataupun sosial media,” tandasnya.

Sementara tim Agus Arifin Nu’mang – Tandribali Lamo (Agus-TBL) mengaku pihaknya semakin intens melakukan pendekatan ke masyarakat.

“Kami tingkatkan intensitas sosialisasi bahkan sampai door to door, waktu yg ada kita maksimalkan,” ujar Andry Arif Bulu selaku juru bicara Agus-TBL.

Melihat waktu pencoblosan sisa beberapa minggu lagi, membuat sejumlah kandidat berusaha melakukan apa pun bahkan menerobos peraturan dapat dimungkinkan untuk dilakukan. Olenya Andry mengatakan, perlu pengawasan yang ketat dari sejumlah pihak terkait dugaan tersebut.

“Dalam situasi seperti ini memang perlu pengawasan yang tinggi dari penyelenggara, khususnya panwaslu, guna mengantisipasi hal hal yang dapat merusak pesta demokrasi ini,” ujarnya.

Bahkan Andry berharap agar masyarakat juga bisa sadar dengan situasi politik yang baik. “Bantuan masyarakat juga kita harapkan, jika melihat ada hal yang mencurigakan mohon segera di sampaikan kepada pihak yg berwenang, mari kita jaga agenda ini bisa berlangsung dgn aman, tertib, damai, dan demokratis,” paparnya.

Juru bicara Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan), Kharuddin Nurman mengatakan jika saat ini para tim sudah bekerja dengan baik dengan cara seperti biasa-biasa saja. “Kalau kita tetap menggunakan metode kampanye seperti biasa untuk mendapatkan simpati masyarakat,” katanya.

Dirinya juga menyebutakan untuk mendapatkan simpati dan dukungan tersebut, pihaknya menambah sosialisasi. “Tidak memiliki hal-hal khusus, kecuali menambah volume kampanye yang misalnya 5 titik menjadi 10 titik,” ucapnya.

Bukan saja hingga disitu, pihaknya juga mengutamakan daerah-daerah yang mana lemah. “Segi pemetaan yang lemah kita utamakan itu,” lanjutnya.

Sama halnya dengan pasangan calon Nurdin Halid-Azis Qahhar Mudzakkar, salah satu yang dilakukan bersama tim relawan adalah melakuan sosialisasi program kepada masyarakat. “Sedang jalan, saat ini bagaimana program NH-Aziz bisa diketahui masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Nurdin Halid.

Menurutnya, program yang disosialisasijan juga telah tertuang dalam visi misi sehingga masyatakat bisa mengetahui lebih mendalam. “Jadi program ini tentu kami harapkan bisa tersebar di semua pelosok,” pungkasnya.(*)


div>