JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Membanggakan, Dua Petani Muda Maros Bakal Magang di Jepang

Reporter:

Jumaedy

Editor:

Lukman

Senin , 26 Maret 2018 19:40
Membanggakan, Dua Petani Muda Maros Bakal Magang di Jepang

Bupati Maros, H.M. Hatta Rahman bersama wakilnya, H.A Harmil Mattotorang saat melepas dua petani muda maros yang akan magang di Jepang.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Dua pemuda asal Maros akan magang di Jepang. Keduanya adalah Firmansyah (22) yang beralamat di Dusun Garantiga, Desa Simbang, Kecamatan Simbang, dan Fardiansyah (26) dari Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung.

Pelepasan kedua duta petani muda ini dilakukan langsung oleh Bupati Maros, H.M. Hatta Rahman bersama wakilnya, H.A Harmil Mattotorang dalam upacara rutin, di lapangan Pallantikang Kantor Bupati Maros, Senin, 26 Maret 2018.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Ir. Muh. Nurdin D. M.Si menyampaikan rasa bangganya karena bisa mengirim pemuda untuk belajar di Jepang.

“Tentu saja saya sangat bangga, sebab bisa mengirim dua pemuda cerdas kita untuk belajar agriculture di Jepang, yang selama ini kita kenal sangat maju dalam hal teknologi, utamanya dalam sistem pertanian mereka,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, jika dua pemuda tersebut merupakan aset berharga bagi kabupaten Maros.

“Firman dan Fardi ini adalah aset berharga bagi kabupaten kita, sehingga kita semua tentu saja berharap, ketika mereka kembali ke Maros, keduanya dapat mengangkat agribisnis kita kedepannya,” paparnya.

Selaras dengan pernyataan itu, Bupati Maros menyampaikan harapannya melalui program tersebut maka dapat mengangkat kesejahteraan petani kedepannya.

“Saya sangat berharap, semoga output dari program yang dinaungi oleh Kementrian Pertanian ini mampu mengangkat kesejahteraan petani kedepannya, khususnya di Maros,” kata Hatta Rahman.

Pada kesempatan yang sama, Baidarus, selaku guru (Sensei) menilai, jika kedua didikannya itu memang layak magang di Jepang.

“Setelah melalui serangkaian proses yang begitu panjang, dengan memperhatikan kurikulum penilaian. Kami melihat keduanya sangat layak dan mampu bersaing dengan peserta (Kenshusei) di seluruh Indonesia dengan nilai yang begitu memuaskan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Koordinator Penyelenggara orientasi husus Wilayah Sul-Sel di Pusat Pelatihan Pertanian pedesaan Swadaya (P4S asamayama Camba, Maros) tersebut menyampaikan, jika sebelum berangkat keduanya akan mengikuti proses pemantapan di Bogor.

“Sebelum Firman dan Fardi ke Jepang, mereka akan mengikuti proses pemantapan terlebih dahulu, selama dua minggu di Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, 28 Maret mendatang,” sambungnya.

Ia juga menambahkan, jika keduanya ditempatkan pada lokasi dan waktu magang yang berbeda.

“Keduanya akan magang di Jepang, di dua tempat yang berbeda. Firman pada program IAEA Gunam selama 3 tahun, lalu Fardi pada Program JAEC Tokyo selama 1 tahun. Adapun keberangkatannya tidak bersamaan, Firman sekitar bulan Juni mendatang dan Fardi pada tanggal 12 April, atau sehari setelah pemantapannya,” sebutnya.

Sementara itu, Firman dan Fardi merasa sangat bangga dan terharu.

“Bagi kami, kelulusan magang ke Jepang bukanlah hal gampang. Apalagi karena tidak banyak kabupaten di Indonesia yang bisa mengirim dua peserta pada angkatan yang sama, kami sangat bersyukur,” ungkap Immang–sapaan akrab Firmansyah. (*)


div>