KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Membangun Komitmen Persatuan Dalam Kebhinekaan

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Selasa , 24 April 2018 15:07
Membangun Komitmen Persatuan Dalam Kebhinekaan

int

RAKYATSULSEL.COM – Anggota MPR RI dari Unsur Kelompok DPD RI Daerah Pemilihan Sulsel DR. H. Ajiep Padindang. SE. MM. melakukan Sosilalisasi Pilar Kebangsaan di depan civitas akademika STIE Pembangunan Indonesia Makassar (Selasa 24/4/2018).

Pada acara pembukaan Kegiatan Sosilisasi Pilar Kebangsaan Pimpinan STIE Pembangunan Indonesia Makassar. Banyak menekankan kepada Mahasiswa dan dosen bahwa degradasi terhadap nilai-nilai moral Pancasila perlahan-lahan telah terjadi dalam tatanan kemasyarakatan. Tatanan politik dan tatanan sosial kita. Namun dalan lingkungan kampus masalah ini Alhamdullilah tidak terjadi karena nuansa akademik dan logika penopang tegaknya nilai nilai Pancasila. Khususnya dalam hal Kebhinekaan. Persatuan dan Ketuhanan. Sehingga Sosialisasi Pilar Kebangsaan menjadi sangat penting khususnya menanamkan doktrin pilar kebangsaan kepada generasi muda. Untuk menahan terpaan degradasi nilai nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bernegara.

Pada sesi Sosialisasi Pilar Kebangsaan yang disajikan oleh Dr. H. Ajiep Padindang. SE. MM. dan dimoderatori oleh Drs. Husain AS. M.Pd. Ajiep Padindang banyak menegaskan pentingnya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut beliau dalam penjelasannya model NKRI merupakan model yang paling tepat untuk negara kepulauan dengan beragam etnis. Suku. Bahasa dan prilaku. Sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen bangsa untuk tetap mempertahankan NKRI.

“Negara kita pernah menerapkan model negara federal pada awal berdirinya Republik Indonesia yang disebut Republik Indonesia Sarikat (RIS). Namun hal ini tidak berhasil dengan baik karena pada daerah daerah teejadi kekacuan sosial. Sehingga tokoh tokoh daerah menginginkan kembali ke model Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Tahun 1949”.

Selain itu Ajiep juga menguraikan tentang pentingnya belajar dari Sejarah “Bung Karno pernah mengatakan Jangan Sekali kali Melupakan Sejarah (Jasmerah). demikian pula halnya di dalam kitab suci Al Quran banyak menguraikan tentang sejarah orang-orang terdahulu. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah merupakan hal yang sangat penting untuk kita ingat dan perhatikan. Karena di dalam sejarah kita bisa menengok dan memetik hikmah atau pelajaran dari sebuah perjalanan waktu secara terus menerus dan akan memperkaya kita untuk merencanakan. Menyusun dan mengimplementasikan nilai nilai dan norma dalam kehidupan kita dalam Berbangsa. Bernegara dan Bermasyarakat”.

Pada sesi tanya jawab. Banyak peserta yang menyoroti tentang kebijakan pembangunan ekonomi yang cenderubg tidak berkeadilan. Selain itu juga banyak yang menyoroti tentang sistem demokrasi yang membuka peluang terjadinya disintegrasi bangsa. “Semua pertanyaan tersebut kemudian dirangkum dalam notulen untuk kemudian dijadikan bahan kajian di MPR RI”. Urai Ajiep Menutup acara sosialisasi tersebut. (*)


div>