RABU , 21 NOVEMBER 2018

Memilih Jalan Dakwah

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 06 Februari 2016 11:34
Memilih Jalan Dakwah

int

Aktivitas adalah ibadah. Berdakwah juga ibadah. Inilah menjadi motto dari mantan Wakil Bupati Wajo Periode 2009 -2014   Dr H Amran Mahmud S.Sos. M.Si.  Alhasil, jalan dakwah terus ditempuh  pasca tidak lagi menjabat orang nomor dua di kabupaten itu.

Sebenarnya, kala masih menjabat sebagai wakil bupati, berdakwah tidak ditinggalkan begitu saja. Ia terus melakukan jalan dakwah melalui pintu pemerintahan.

“Alasan saya maju  kemarin  menjadi calon bupati di Wajo walau tidak lolos  juga karena ingin mengaplikasikan nilai dakwah,” ungkap lelaki kelahiran Sengkang, 11 April 1970 dan menyelesaikan S3 Komunikasi Dakwah di UIN Alauddin Makassar ini.

Berdakwah sebenarnya mulai digeluti saat aktif di Muhammadiyah. Organisasi yang berdiri di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 ini didirikan oleh seorang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan.

Darah Muhammadiyah mengalir deras di dalam dirinya yang diwarisi dari ayah, H. Mahmud Dalle. Makanya, ia ia memantapkan diri aktif di organisasi itu.  Di  Muhammadiyah, H Amran mengaku menerima banyak ilmu sehingga memiliki kemampuan berdakwah dari mimbar ke mimbar.

Ketua DPD PAN Kabupaten Wajo ini mengakui,  dirinya tidak anti partai politik. Makanya, iapun berkecimpung di dunia politik dengan bergabung di PAN. Baginya, partai politik adalah masih bagian dari jalan dakwah yang akan ditempuhnya untuk menyerukan ajakan berada di jalan benar.

Sementara PAN dipilihnya karena  melihat cita-cita partai berakar pada moral agama, kemanusiaan, dan kemajemukan. Partai  yang dideklarasasikan di Jakarta pada 23 Agustus 1998 ini juga dianggap  mengajarkan akhlak politik berlandaskan agama untuk  kesejahteraan masyarakat.

[NEXT-RASUL]

Sejak awal, H Amran  ingin menjadi juru dakwah dan sekarang ingin tetap eksis di jalan dakwah dari mimbar ke mimbar.

Bersama sang isteri yang dinikahi pada 12 Oktober 1995,  H Amran mendidik buah hatinya dengan memasukkannya di pesantren pasca tamat dari bangku sekolah dasar.

Anak pertama dan keduanya, Achmad Hidayah Muslim (17) dan  Achmad Mufli Insani (15) kini menjalani pendidikan di pesantren  yang ada di Yogyakarta.

Bekal ilmu dari pesantren diakui oleh peraih  Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten  Wajo di tahun 1995  ini akan membentuk karakter anak-anaknya kelak sehingga bisa mengikuti jejaknya di dunia dakwah. Meski tidak ada paksaan, anak-anak diharapkan memiliki bekal agama sejak dini yang akan membentengi dirinya agar  tidak terjerumus kedalam dunia kelam.

Harapannya, membangun komunitas manusia sejahterah. Sebuah manusia yang selalu berpikir kemuliaan dan berlomba-lomba dalam mengajak kebaikan dan saling membantu.

 Menggeluti Bisnis  Saat Masih Muda

Sejak tahun 1992, H Amrah telah membuka lembaga kursus bernama YPK Wajo Computer Centre di Kabupaten Sengkang.  Dengan membuka kursus untuk kelas Bahasa Inggris, Komputer dan Sekretaris.

Motivasi untuk mendirikan usaha ini sebenarnya mencari amal jariah dan memberikan bekal keterampilan bagi generasi bangsa di Wajo.

[NEXT-RASUL]

Di tahun 2014 lalu, mantan anggota DPRD Kabupaten Wajo Periode 2008-2009 ini merintis usaha baru di bisnis Green Properti  dibawah payung PT Global Media Nusantara.

Perusahaan berkantor pusat di Jawa Barat itu  mengelola kayu menjadi lebih berkualitas. Dengan jabatan sebagai direktur di perusahaan itu, H Amran ingin mengajak masyarakat untuk berinvestasi di bisnis berbasis komunitas  dengan menanam pohon Jabon.

Adapun syarat untuk bergabung di program ini dengan join untuk beberapa paket. Seperti paket Green Warrior Squad dengan nilai investasi Rp350 ribu akan mendapatkan satu pohon Jabon yang akan dikelola secara profesional. Nilai investasinya baru bisa diperoleh lima tahun mendatang.

Sementara untuk paket Gold menanam tiga pohon Jabon dengan nilai investasi Rp1.050.000 dan paket Platinum Rp2.450.000 untuk menanam tujuh pohon Jabon di Jawa Barat. (rasmiridjangsikati)


Tag
div>