KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Memprihatinkan, Jaga Istri Sakit Sangkala Kadang Tak Makan

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Jumat , 07 September 2018 18:54
Memprihatinkan, Jaga Istri Sakit Sangkala Kadang Tak Makan

Istri sangkala yang terbaring sakit di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.

BANTAENG, RAKYATSULSEL. COM – Beginilah kondisi keluarga Sangkala, warga Kampung Beru, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, yang jarak rumahnya tidak jauh dari rumah pribadi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang sangat memprihatinkan.

Istri Sangkala, Ratna kini harus berjuang melawan sakit yang dideritanya. Ratna tengah sakit keras dan telah lima hari dirawat di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng.

Sedangkan Sangkala yang merupakan tulang punggung keluarga juga tidak bisa berbuat banyak. Sebab kondisi penglihatan yang terganggu. Dia tidak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarga. Sehingga untuk makan sehari-hari harus bergantung kepada orang lain.

Tidak hanya dirumah, tapi kondisi memprihatinkan itu juga dialaminya saat sedang menjaga istrinya yang sakit. Karena makanan hanya disiapkan untuk pasien, Sangkala yang didampingi anaknya Reski pun kerap diberikan makanan oleh keluarga pasien lain yang juga sedang dirawat.

Karena kondisi itu, serta tak ada keluarga lainnya yang peduli. Maka pihak RS bahkan selalu menyisihkan makanan untuk Sangkala dan anaknya.

“Sungguh sangat memprihatinkan kondisi beliau, semoga ada pihak yang ingin membantunya agar dapat meringankan beban,” ujar salah seorang warga, Idil Adha, Jumat (7/9).

Dia menyebutkan bahwa keluarga tersebut sangat butuh bantuan, sebab kondisi ekonomi yang sangat sulit. Kebutuhan mendesak untuk keluarga miskin tersebut menurutnya adalah bahan makanan, untuk dikonsumsi bersama anaknya.

Tetapi rupanya keluarga Sangkala sudah masuk dalam kategori warga yang dibantu pemerintah. Dia adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program PKH Kemensos serta mendapat bantuan beras Rastra.

“Beliau selama ini menjadi sasaran bantuan kami, keluarga Dg Sangkala masuk dalam KOM PKH dan bantuan Rastra,” kata Kadis Sosial Bantaeng, Andi Irvandi Langgara. (*)


div>