SELASA , 22 MEI 2018

Menagih Janji “Palsu” NA, Jubir NH-Aziz Sebut Calon Gubenur Ingkar Janji Mundur

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Minggu , 06 Mei 2018 13:12
Menagih Janji “Palsu” NA, Jubir NH-Aziz Sebut Calon Gubenur Ingkar Janji Mundur

Suasana Debat kandidat kedua Pilgub Sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lagi-lagi Calon Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah membuktikan ketidakkonsitennya kepada publik dengan mengumbar janji-janji manis yang tak kunjung ditempati.

Saatnya rakyat menagih janji “palsu” yang sering diumbar oleh calon Gubenur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah pasangan Andi Sudirman pada debat kandidat belum lama ini. Salah satunya
Peresmian ekspor nikel perdana dari Bantaeng yang digelar pada, Sabtu 5 Mei dini hari hanya omong kosong.

“Itukan janjinya Pak NA pada saat debat kandidat bahkan mau undang pak Nurdi Halid (NH) untuk hadir. Kalau itu tidak terwujud maka kalau saya adalah NA, maka saya akan mengundurkan diri jadi calon, karena sudah tidak tepati janjinya,” ungkap Jubir NH-Aziz, Risman Pasigai saat dimintai tanggapan via WhatsApp, Sabtu (5/5/2018) kemarin.

Seperti diketahui, Bupati Bantaeng dua periode itu kerap mempromosikan dirinya sukses menjalankan program pemerintahan sehingga Bantaeng maju berkembang.

Ungkapan guru besar itu mendapat sorotan. Pasalnya sejumlah program di Bantaeng dunia masih gagal alias “setengah masak”. Belum selesai dilaksanakan sehingga masih terbengkalai.

Misalnya, Smalter, pelabuhan baru, listrik serta beberpa usaha lainya. Bahkan katanya bebas banjir. Faktanya masih saja terjadi jika hujan turun.

Oleh sebab itu, Risman yang juga Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Sulsel itu mengkritisi “janji palsu” yang kerap promosikan oleh paslon nomor urut 3 itu.

Menurutnya, yang bisa dipegang dari seorang pemimpin adalah ucapannya atau janjinya, faktanya jika tidak bisa buktikan, berarti ada kegagalan.

“Beliau kan sudah janji di acara debat, faktanya dia tidak bisa buktikan berarti ada kegagalan, makanya kalau pemimpin itu gagal harus malu, atau siri’ dalam bahasa orang Makassar, makanya saya bilang kalau saya NA maka saya tidak akan lanjutkan pencalonan saya karena sudah tidak tepati janji,” kritik Risman.

Risman menambahkan, saatnya masyarakat Sulsel melihat calon pemimpin kedepan, yang mana hanya bermoral pencitraan, berbohong, dan akan menepati janji.

“Jadi masyarakat Sulsel akan paham semua mana pemimpin yang modalnya hanya pencitraan yang basisnya adalah bohong,” pungkasnya. (*)


div>