SENIN , 16 JULI 2018

Menakjubkan! Kakek 12 Cucu, Kayuh Sepeda Lintasi 229 Kota

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 27 Maret 2016 13:35
Menakjubkan! Kakek 12 Cucu, Kayuh Sepeda Lintasi 229 Kota

Raden Andik Jayaprawira. Foto: twitter

UMURNYA sudah tak muda lagi. Namun soal semangat, jangan ditanya! Raden Andik Jayaprawira, dalam usia 72 tahun masih mengayuh sepeda, bahkan punya ambisi menuntaskan misi keliling Indonesia.

Pensiunan pegawai negeri tahun 1996 yang terakhir bertugas di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ini sedang berada di Tanah Papua. Sorong menjadi daerah pertama yang didatanginya di pulau ujung timur Indonesia ini.

Kedatangannya ke Sorong ingin menuntaskan perjalanan lintas Papua-Maluku setelah menempuh perjalanan dengan bersepeda yang dimulai dari Banten, 16 September 2014 lalu. Sebelum mencoba melintasi Papua-Maluku, ia sudah melintasi Jawa-Bali sepanjang 5759 km, yang ditempuhnya selama 270 hari.

Lintas NTB-NTT dikebutnya dalam 105 hari, serta lintas Sulawesi dijelajahinya dalam waktu 134 hari. Tak terasa sudah satu setengah tahun ia berupaya melintasi Indonesia, dan dalam waktu satu setengah tahun perjalanannya telah melintasi 229 kota se-Indonesia.

Setelah dari Sorong, bapak 7 anak dan kakek 12 cucu yang merupakan lulusan Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Bogor tahun 1964 itu, berencana melanjutkan perjalanan ke Manokwari, Jayapura dan Merauke.

Selama 1,5 tahun perjalanannya, ia mengaku tak pernah menginap di hotel maupun penginapan di kota yang didatangi, melainkan nginap di alumni SKMA ataupun kantor kehutanan, karena menurutnya orang Kehutanan berada dimana-mana.

Dari 229 kota yang sudah dilintasinya, rinciannya 128 kota di lintas Jawa-Bali, 29 kota dari 32 kota yang berada di lintas NTB-NTT, 72 dari 80 kota di rute lintas Sulawesi. Beberapa kota di lintas NTB-NTT dan lintas Sulawesi tidak sempat dikunjunginya karena terkendala dengan cuaca, gelombang laut yang besar ataupun jalanan longsor di daerah-daerah tertentu.

Ia berkeliling Indonesia dengan bersepeda, termotivasi keinginannya untuk mengunjungi dan bertemu dengan alumni SKMA yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Para rimbawan harus bisa bekerja maksimal dalam menjaga hutan. Saya ingin mengajak kawan atau adik kelas untuk ikut melestarikan hutan yang merupakan paru-paru dunia,” ujarnya.

Meski sering mendapatkan tawaran sponsor, dalam upayanya mengelilingi Indonesia dengan bersepeda, ia lebih memilih menggunakan biaya sendiri serta bantuan dari keluarga besar Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA). Usai dari lintas Maluku-Papua, selanjutnya ia berupaya untuk menaklukkan lintas Kalimantan dengan kayuhan sepedanya. (jpnn)


Tag
div>