• Jumat, 25 Juli 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Menanti Akhir Polemik Penetapan Anggota KPU Takalar-Selayar

Kamis , 11 Juli 2013 12:05
Total Pembaca : 275 Views
Ilustrasi Seleksi Anggota KPU (Dok Rakyat Sulsel)

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terus bekerja menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Sayangnya, proses seleksi calon anggota anggota KPU di dua daerah yakni Takalar dan Selayar mengalami hambatan. KPU Sulsel terpaksa menganulir nama-nama yang dinyatakan lolos dalam daftar 10 besar oleh tim seleksi (timsel). Ini lantaran sejumlah nama tersebut dinilai tidak berkompeten. Banyak masyarakat yang memasukkan laporan bahwa seleksi yang dilaksanakan oleh timsel sarat kepentingan politik.

Namun KPU Sulsel menegaskan sudah tahu dan mengerti apa yang akan dilakukan dalam proses seleksi. KPU juga meyakini bahwa komisioner KPU Sulsel saat ini adalah profesional-profesional yang mengerti akan tugas dan kewajiban.

Ketua KPU Sulsel Iqbal Latif mengungkapkan permasalahan di kedua daerah tersebut menjadi salah satu fokus perhatian pihaknya. Bahkan, ia mengaku harus berkonsultasi dengan KPU Pusat agar menemukan solusi terbait. Sebagai komisioner baru, Iqbal pun mengaku tak mau gegabah mengambil keputusan. Namun ia berjanji akan menyelesaikan masalah ini agar tahapan Pemilihan Legislatif 2014 tidak terhambat.

” Ya kami yakin masalah ini akan terselesaikan pada bulan ini sehingga tahapan Pileg yakni penentuan Daftar Caleg Tetap (DCT) tidak akan terhambat,”ucapnya optimis.

Sementara itu Pengamat Politik Aswar Hasan menilai KPU adanya indikasi intervensi dalam seleksi komisioner di KPU Takalar dan Selayar harus mendapat tindakan tegas dari KPU Sulsel. Sebab, banyak hal yang dipertaruhkan ketika intervensi itu dibiarkan terjadi.

“Jika interfensi itu dibiarkan atau diberi ruang, maka itu artinya Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengawali upaya mencederai proses demokrasi. Karena KPU adalah lembaga yang melaksanakan semua agenda pesta demokrasi di Indonesia,”terangnya. (sul-upi/eui)