KAMIS , 26 APRIL 2018

Menanti Debat Kandidat Pilgub, Moderator Jadi Kunci Kesuksesan

Reporter:

Suryadi - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Maret 2018 13:30
Menanti Debat Kandidat Pilgub, Moderator Jadi Kunci Kesuksesan

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Debat kandidat pasangan calon gubernur Sulsel sudah ditunggu oleh masyarakat, terutama oleh para relawan pendukung masing-masing kandidat. Mereka sudah tidak sabar menyaksikan para jagoannya memaparkan visi misi dan program.

Debat merupakan sarana yang ideal untuk menyampaikan visi misi, serta salah satu cara untuk mengukur kualitas pasangan calon (paslon) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel. Nantinya akan kelihatan jelas siapa kandidat yang benar-benar layak memimpin dan mampu menangani masalah-masalah pelik di Sulsel.

KPU Sendiri telah menetapkan 3 Topik dalam tema debat kandidat di Pilgub. Topik pertama yakni, Pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup dan berorientasi pada peningkatan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Topik kedua, peningkatan pelayanan publik dan pelayanan sosial yang berkeadilan dan bermartabat. Terakhir, Penguatan kearifan lokal yang memperkokoh ideologi bangsa dan NKRI.

Meski dibahas secara umum, namun isu pendidikan dan kesehatan adalah dua topik yang paling dinanti oleh masyarakat Sulsel. Bagaimana para kandidat menguasai hal-hal yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat selain isu kesejahteraan.

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Pendidikan Universitas Negeri Makassar, Yasdin Yasir sangat menyayangkan apabila KPU tidak memasukkan topik pendidikan sebagai bahan debat para kandidat nantinya. Kecuali, ada mekanisme atau ketetapan tersendiri yang dilakukan oleh KPU

“Nanti kita lihat pola dari penyelenggara dulu yah, mungkin itu disimpan untuk sesi berikutnya. Kalaupun misalnya pada sesi berikutnya tidak ada tema pendidikan itu sangat disayangkan,” kata Yasdin.

Karena memang, menurut Yasdin, pendidikan adalah sebuah investasi penting bagi negara. Sehingga pembahasan mengenai pendidikan menjadi kebutuhan yang krusial demi terciptanya masyarakat yang cerdas dan mampu bersaing dalam dunia kerja secara sehat.

Apalagi sejauh ini, banyak masyarakat yang belum mengetahui mengenai program pendidikan yang dicetuskan oleh masing-masing kandidat calon gubernur. Sehingga, penting untuk pembahasan mengenai pendidikan yang lebih rinci dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Karena investasi bagi sebuah negara yang paling menguntungkan adalah investasi manusia melalui pendidikan. Sekarang saat ini saja masyarakat itu banyak menerima informasi terkait visi misi pendidikan kandidat itu tidak secara utuh. Kita akan melihat bagaimana misalnya tanggapan mereka terkait pendidikan sulsel kedepan,” terangnya.

Jangan sampai, lanjutnya, timbul kesan kurang perhatiannya penyelenggara demi mencerdaskan masyarakat. Karena, tegas Yasdin, masyarakat yang sejahtera sudah tentu cerdas dan begitu sebaliknya.

“Kalau untuk kesejahteraan itu bisa dilakukan kalau orangnya cerdas, tapi kalau tidak, kah sulit. Tapi kalau tidak dihadirkan penyelenggara itu seolah tidak mau melihat bagaimana pendidikan kita maju,” paparnya.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, topik debat dari KPU memang didesain luas. Sehingga memang kesannya mengawang-awang dan kurang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Tapi hal itu bisa bermanfaat jika moderator debat dapat mengoptimalkan waktu dan mengeksplorasi topik menjadi lebih detail dan membumi. Misalnya topik tentang pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup, dan orientasi pada pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” kata Arief.

Ia menjelaskan, topik itu jika dibreakdown dengan baik dan benar, akan memunculkan banyak indikator pembangunan yang people oriented. Sehingga kuncinya ada pada pengendali debat nantinya.

“Itulah yang saya maksud diatas. Aspek-aspek yang berkaitan dengan pembangunan kan banyak, termasuk soal pendidikan dan kesehatan yang merupakan aspek kebutuhan dasar masyarakat,” tuturnya.

Jangan sampai, menurutnya, moderator hanya mengikuti panduan diatas kertas tanpa improvisasi serta menggali aspek yang lebih kecil dan membumi seperti pendidikan dan kesehatan. “Maka tentunya debat kandidat akan berlangsung tidak dinamis, mengingat keempat kandidat cagub sulsel rata-rata sudah menyiapkan program yang sifatnya langsung menyentuh masyarakat,” jelas Arief.

Komisioner KPU bidang SDM Faisal Amir mengatakan, soal panelis yang dilibatkan, itu untuk memberikan tanggapan atau pernyataan kepada moderator serta memberikan pertanyaan kepada kandidat. Meski demikian Faisal enggan menyebut nama panelis.

“Jalannya debat akan diisi oleh panelis sebagai pihak yang akan menggali kemampuan dan pengetahuan kandidat sesuai tema debat, dengan kesesuaian dengan visi-misi mereka. Nama panelis tidak dipublish. Supaya tidak terganggu kerjanya,” katanya.

Dirinya menyatakan itu karena berkaca dari peristiwa debat kandidat Pilkada sebelumnya. Dengan pengalaman yang lalu, supaya mereka bisa tenang. “Siapa yang jamin mereka tidak dihubungi,” jelas Faisal.

Sementara itu, Komisioner KPU Sulsel, Khaerul Mannan mengungkapkan pakar atau panelis sudah diminta merancang garis besar isu dan pokok persoalan pada debat kandidat. “Untuk masing-masing tema debat dibutuhkan setidaknya lima hingga enam pakar,” katanya.

Pakar tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Selain itu, KPU juga meminta pandangan kepada tokoh agama, budayawan, dan aktivis di berbagai bidang.

“Kita sudah mengidentifikasi orang-orang yang dianggap pantas sebagai panelis. Ada beberapa nama, tapi dirahasiaakan nama siapa saja,” singkat. (*)


div>