KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Menanti Kejutan Deklarasi NA-TBL

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 28 Desember 2016 11:21
Menanti Kejutan Deklarasi NA-TBL

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah dan politisi Partai Golkar Andi Tanribali Lamo, rencananya akan melakukan deklarasi pada 20 Januari 2017 mendatang. Nurdin Abdullah dan Tanribali Lamo diwacanakan berpasangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akan dihelat pada tahun 2018 nanti.

Pasangan Nurdin Abdullah (NA) dan Tanribali Lamo (TBL), bisa jadi akan memberikan kejutan dengan menghadirkan beberapa elit partai politik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, baik Nurdin maupun Tanribali sedang melakukan lobi politik untuk menghadirkan ketua umum partai politik. Diantaranya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Menkopolkam Wiranto, serta mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Seperti diketahui, Nurdin Abdullah disebut dekat dengan partai pendukung istana. Sedangkan Tanribali memiliki hubungan emosional dengan SBY. Karena pada masa pemerintahan SBY, Tanribali pernah diutus ke Sulsel untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur pada tahun 2008 lalu.

Tanribali Lamo yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku, konsep deklarasi yang akan dilaksanakan 2017 mendatang itu masih dalam tahap pembicaraan secara internal. Menurutnya, konsep tersebut akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi kesiapan seluruh tim.

“Konsepnya dalam tahapan pembicaraan. Sambil melihat pada Januari mendatang, apakah memang memungkinkan atau tidak, makanya kita akan lihat situasi. Sebab semua hal mesti kita pertimbangankan, termasuk dalam hal kesiapan tim itu sendiri,” jelasnya, Selasa (27/12).

Menurutnya, salah satu hal yang paling penting untuk dibahas secara internal adalah apakah deklarasi tersebut akan dilakukan secara bersamaan antara deklarasi pasangan dan deklarasi partai pendukung. Oleh karena itu, hal ini mesti dibicarakan secara intensif.

[NEXT-RASUL]

“Makanya kita akan lihat dulu. Apakah deklarasi pasangan saja ataukah deklarasi sekaligus dengan partai politik. Kan ini dua agenda yang berbeda dan tentu undangannya juga pasti berbeda,” terangnya.

Adapun ketika ditanya mengenai apakah pada deklarasi mendatang akan mengundang elit partai atau ketua umum partai, Tanribali mengaku belum tahu menahu perihal tersebut. Menurutnya, hal itu akan dibahas secara teknis.

“Saya kurang tahu kalau itu. Karena belum pi ada pembahasan sama sekali mengenai itu. Yang pasti itu nantinya akan dibahas secara teknis, dan saya tidak terlibat disitu karena beberapa pekan ini saya masih di Jakarta, sehingga untuk perkembangan di lapangan kan saya belum tahu, gimana perkembangan terakhirnya,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Nurdin Abdullah mengaku tidak tahu menahu soal deklarasi tersebut. Menurutnya, dirinya tidak ingin terlalu banyak melakukan gerakan karena sadar tidak memiliki afiliasi dengan partai politik.

“Saya tidak tahu soal perkembangan relawan, apakah nantinya akan ada deklarasi atau tidak itu juga saya tidak tahu. Yang jelasnya, saya ini kan realistis saja bahwa saya ini tidak punya partai, makanya tunggu saja dulu,” kata Nurdin.

Bupati Bantaeng yang menjabat pada periode keduanya itu bahkan mengaku jika selama ini dirinya terpampang fotonya pada beberapa tempat di Sulsel dalam bentuk baliho murni karena gerakan relawan dan dukungan masyarakat. Dirinya juga mengaku tidak pernah melakukan koordinasi dengan para relawan tersebut.

[NEXT-RASUL]

“Kalau soal foto saya yang kini sudah tersebar pada beberapa titik di Sulsel itu murni karena dorongan masyarakat dan relawan. Saya ini kan Bupati di Bantaeng, sehingga saya hanya fokus bekerja dulu sebagai kepala daerah untuk masyarakat yang telah memilih dan mendukung saya di Bantaeng,” terangnya.

Meski demikian, Nurdin mengaku dirinya akan maju pada Pilgub jika mendapat dorongan dari masyarakat Sulsel. Pasalnya, dirinya tidak memiliki ambisi apapun untuk maju di Pilgub. Karena, menjadi kepala daerah tujuannya hanya untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Untuk maju pada Pilgub itu mesti mendapatkan dorongan dan dukungan dari masyarakat, sama saja ketika saya dulu maju di Pilkada Bantaeng dimana masyarakat ketika itu yang mendorong saya, bukan saya yang meminta untuk didukung oleh mereka. Olehnya itu, saya berharap saya maju di Pilgub nantinya itu polanya hampir sama ketika saya maju pada periode pertama saya di Pilkada Bantaeng,” terangnya.

Masih Sebatas Rencana

Ketua Tim Relawan SejatiNA, Barly Pallantikang, mengatakan, deklarasi yang akan dilaksanakan Januari mendatang tersebut masih sebatas rencana. Menurutnya, hal itu masih belum bisa dipastikan.

“Saya kira kami di relawan ini masih belum bisa memastikan karena itu masih dalam tahap rencana saja. Karena kan kita mesti melihat situasi dan kondisinya. Akan saya konfirmasi kepada semua teman-teman media kalau waktunya sudah pasti,” kata Barly, Selasa (27/12).

Ia menambahkan, ada kemungkinan deklarasi akan dilaksanakan setelah pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 mendatang. “Kemungkinan besar akan dilaksanakan setelah pilkada serentak, karena kan pertimbangannya sebelum pilkada banyak kegiatan baik dari partai maupun kesibukan yang lain entah itu dari Pak Nurdin maupun Pak Tanribali,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Menurutnya, informasi yang beredar tersebut masih dalam tahap pembahasan. “Informasi yang beredar pada teman-teman itu baru wacana. Itu belum info A 1. Nanti kita akan lihat. Apalagi kan bargaining partai politik juga belum ada kejelasan kan,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai konsep yang akan dilakukan pada deklarasi mendatang, Barly mengaku belum bisa memberikan penjelasan yang gamblang. Menurutnya, hal itu akan dibicarakan secara internal.

“Kalau untuk konsep deklarasi, masih belum lah. Kita kan tentu harus membicarakan dulu hal ini pada seluruh tim. Adapun hasilnya dan bagaimana nantinya akan kita bagikan kepada teman-teman media kalau sudah diteken hitam diatas putih,” jelasnya.

Adapun soal akan diundangnya elit partai politik pada deklarasi mendatang, Barly mengaku hal itu bisa saja terjadi. “Saya kira kalau memang elit partai politik atau para ketua umum partai itu mau hadir itu akan lebih baik lagi, dan saya kira ini bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Barly mengatakan, posisi relawan dengan Nurdin memiliki jarak. Menurutnya, Nurdin memiliki otoritas dalam melakukan pendekatan politik kepada partai politik.

“Kami di relawan itu tidak hadir dalam hal mengurus komunikasi politik, sebab Pak Nurdin lah yang mestinya melakukan hal itu. Kami tidak akan ikut campur,” kata Barly. (E)


div>