MINGGU , 20 JANUARI 2019

Menanti Nasib Bupati Bulukumba di Kejati Sulsel

Reporter:

Ridwan Lallo

Editor:

Senin , 07 Januari 2019 15:51
Menanti Nasib Bupati Bulukumba di Kejati Sulsel

Bupati Bulukumba, Andi Sukri Sappewali. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel terus mendalami kasus dugaan suap proyek irigasi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diduga melibatkan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan jika pihaknya masih melakukan pendalaman dalam kasus tersebut sebelum melakukan ekspose.

“Ekspose dalam perkara ini pasti akan dilakukan untuk menentukan tindak lanjut dari perkara ini. Tapi waktunya belum bisa dipastikan,” ujar Salahuddin.

Salahuddin juga mengaku jika Bupati Bulukumba sebelumnya sudah diperiksa. “Ia yang bersangkutan (Bupati Bulukumba) sudah kami periksa,” jelas Salahuddin.

Sekadar diketahui, dalam kasus ini, penyidik Kejati Sulsel juga telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dengan kasus dugaan suap tersebut. Bahkan, tim khusus telah dibentuk untuk menyelidiki kasus dugaan tindak korupsi suap untuk proyek irigasi senilai Rp49 miliar dari Kementerian PUPR.

Kasus ini bermula saat seorang oknum ASN Dinas Pendidikan Bulukumba, Andi Ikhwan AS, membuat sebuah pengakuan di akun Facebooknya terkait suap untuk pencairan DAK.

Sebelumnya, anggaran pembangunan irigasi ini juga menjadi polemik di lingkungan DPRD Kabupaten Bulukumba. Penyebabnya anggaran yang diterima hanya sebesar Rp30 miliar bukan Rp49 miliar.

Bahkan, DPRD Bulukumba sudah menginisiasi terbentuknya panitia khusus (pansus) untuk mendalami dugaan suap tersebut. Apalagi, anggaran proyek irigasi ini telah dibahas dan telah ditetapkan melalui rapat paripurna bahwa Bulukumba mendapat DAK Rp 49 miliar untuk 68 paket pengerjaan. (*)


div>