MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Menanti Program 100 Hari Kepala Daerah Terpilih

Reporter:

FAHRULLAH-SURYADI-JEJETH

Editor:

MA

Rabu , 29 Agustus 2018 15:08
Menanti Program 100 Hari Kepala Daerah Terpilih

karikatur : rambo/rakyatsulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelantikan para bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada serentak 27 Juni lalu akan digelar 20 September mendatang. Sementara gubernur terpilih dijadwalkan akan dilantik 17 September.
Sambil menunggu pelantikkan yang tak lama lagi dilakukan, para kepala daerah terpilih telah menyiapkan program 100 hari kerja dalam mengawali kepemimpinannya. Lantas seperti apa program 100 hari pertama para kepala daerah terpilih?
Bupati Wajo terpilih, Amran Mahmud mengaku sudah menyiapkan beberapa program yang akan dijalankan setelah dilantik. Salah satunya menggratiskan warga dari iuran Badan Penyenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. “Kita utamakan BPJS gratis,” ujar Amran.
Ia menyebutkan untuk tahap pertama, pihaknya akan mencetak sekitar 40 ribu BPJS untuk masyarakat yang berhak mendapatkan.
Selain itu, Amran Mahmud yang berpasangan dengan Amran SE juga menyiapkan program Oto Dottoro. Program ini merupakan bentuk kesigapan pemerintah dalam melayani warganya yang membutuhkan tindakan medis. Sebuah mobil disulap seperti ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Peralatan medisnya pun demikian. Plus dilengkapi dokter, bidan dan perawat. Mobil Unit Khusus Gawat Darurat (UK-GD) akan meluncur ke rumah warga bagi yang membutuhkan penanganan medis secepatnya.
“Oto Dottoro ini dilengkapi peralatan medis canggih sehingga penanganan medis dapat dilakukan di tempat seperti proses persalinan, korban kecelakaan, dan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin,” ucap Amran Mahmud.
Sementara untuk infrastruktur jalan, pihaknya akan fokus untuk memperbaiki seluruh jalan poros yang ada di Kabupaten Wajo. “Untuk infrastuktur jalan, jalan poros yang kita utamakan kemudian ke pelosok. Apalagi saat ini masih banyak jalan yang rusak,” jelasnya.
Bupati Sinjai terpilih, Andi Seto Gadhista Asapa mengaku terus melakukan komunikasi dengan sejumlah OPD terkait agar program 100 hari pertama bisa berjalan dengan baik dan sesuai yang dijanjikan kepada masyarakat.
“Ini baru kita akan sinkronkan dengan OPD terkait, jika sudah fiks baru kita sampaikan, karena kita belum tahu apakah terakomodir semua atau tidak,” kata Andi Seto.
Salah satu program prioritasnya, kata Andi Seto yakni membangun kantor cabang perizinan bagi pelaut. Sementara untuk program lain, Andi Seto mengaku baru digodok oleh tim transisi yang telah dibentuk oleh pihaknya. Karena program tersebut membutuhkan anggaran. “Program lain sementara digodok. Setelah jelas baru saya akan sampaikan,” ucapnya.
Diwaktu yang sama, Sekretaris Daerah Sinjai Drs Akbar, menggelar rapat persiapan program 100 hari bupati dan wakil bupati terpilih yang dilaksanakan di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Selasa (28/08).
“Yang perlu diwaspadai dalam program 100 hari kerja itu, jangan sampai ada program baru yang sifatnya tidak prioritas,” ungkap Akbar.
Ia juga menyampaikan bahwa visi dan misi yang harus dilaksanakan dalam 100 hari kerja wajib diakomodir pada saat pembahasan APBD Pokok.
Terpisah, Bupati Luwu terpilih, Basmin Mattayang mengaku belum memiliki program 100 hari kerja pertama. “Kita belum bicara program 100 hari, karena kita masih menunggu jadwal pelantikan dulu,” katanya.
Setelah dilantik menjadi orang nomor satu di Luwu, Basmin menegaskan baru akan membicarkan apa yang akan dijalankan 100 hari kedepan. “Sesudah ada jadwal pelantikan, kita akan berpikir apa yang kita harus jalankan dan apa yang paling dibutuhkan oleh rakyat,” ujarnya.
Adapun Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng terpilih, Ilham Azikin – Sahabuddin ( IlhamSAH) konsisten dengan tiga program unggulannya.
“Secara defacto hari ini kami ditetapkan bukan sebagai pemenang, tapi masyarakat Kabupaten Bantaeng memberikan tanggung jawab kepada kami melalui KPU Bantaeng untuk menjaga dan melanjutkan apa yang sudah baik di Kabupaten Bantaeng,” jelasnya.
Dia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Bantaeng apabila ada sebuah kekeliruan baik itu dari tim kampanye maupun dari dia pribadi. Dia juga menitipkan minta maaf kepada pasangan calon yang tidak hadir karena mungkin memiki aktifitas yang lebih penting.
“Komitmen kami tetap pada menjaga dan memelihara apa yang sudah baik. Kedepan konsentrasi untuk membangun SDM di Bantaeng yang bisa memanfaatkan infrastruktur dengan baik hari ini yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Pasca pelantikan 20 September, dirinya akan konsisten dengan tiga program unggulannya yang tujuannya tidak lain untuk mengsejahterahkan masyarakat Bantaeng.
“Tiga program unggulan dari 42 program prioritas yang merupakan hasil kajian dari para pakar ini, Insya Allah kami akan konsisten demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantaeng,” katanya.
Sekedar untuk diketahui, tiga program unggulan IlhamSAH yakni yang pertama menciptakan lapangan kerja melalui bantuan modal usaha produktif berbasis dusun dan RW, yang kedua asuransi pertanian dan jaminan ketersediaan pupuk dan yang ketiga gratis perlengkapan sekolah setiap tahun ajaran baru.
Sementara Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) tidak memiliki program 100 hari kerja pertama. “Semua janji politim kami masuk prioritas,” kata Nurdin Abdullah.
Menurut dia, janji itu masuk pada program saat kampnye yang tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. Itu sebabnya, program yang akan dilakukan bersifat pro rakyat. “Semua program pro rakyat. Tujuanya untuk kesejahteraan rakyat,” terangnya.
Ia juga mengaku akan melanjutkan program pemerintahan sebelumnya yang belum diselesaikan. “Bagaimana dengan program-program yang belum selesai? itu semua harus kelar,” jelas NA.
Andi Sudirman Sulaiman menambahkan, ada beberapa program unggulan yang kelak akan dilakukan. Yakni, bantuan permodalan, teknologi dan skill untuk mendukung hilirisasi pertanian dan perikanan.
Pembangunan rumah sakit regional di 6 wilayah dan ambulans siaga, birokrasi anti korupsi dan masyarakat madani, destinasi wisata andalan berkualitas internasional, pembangunan infrastruktur yang menjangkau masyarakat desa terpencil.
“Kita akan dorong program unggulan kami itu pada pembahasan RJMD tahun 2019,” kata Andi Sudirman Sulaiman. (**)


Tag
div>