SELASA , 11 DESEMBER 2018

Menderita Asma? Coba Atasi dengan Cara ini

Reporter:

Editor:

Iskanto

Selasa , 25 September 2018 10:30
Menderita Asma? Coba Atasi dengan Cara ini

ilustrasi (ist)

RAKYATSULSEL.COM – Bagi Anda yang memiliki penyakit asma tentunya memahami betapa menderitanya saat kambuh. Apabila tidak diatasi dengan tepat, asma dapat menjadi penyakit yang mengganggu aktivitas, produktivitas, bahkan tidur penderitanya. Namun, vitamin D disebut dapat mengatasi gangguan saluran napas ini.

Asma umumnya sudah diderita sejak masa kanak-kanak. Sebagian anak dapat sembuh dari asmanya. Namun, ada pula mereka yang masih membawa penyakit asma hingga dewasa, dengan gejala yang lebih berat dan lebih sering kambuh.

Berbagai obat-obatan telah dikonsumsi untuk mengatasi serangan asma. Namun cara tersebut ternyata belum cukup untuk mengatasi asma yang menyerang. Yang lebih penting untuk dilakukan adalah bagaimana mencegah agar asma tidak kambuh kembali.

Begitu mengganggunya asma, penyakit ini tidak hanya menyebabkan penderitanya harus merogoh kocek dalam-dalam untuk pengobatan, tetapi kualitas hidup mereka pun pada umumnya menurun. Hal inilah yang menyebabkan banyak peneliti berlomba-lomba menemukan cara baru untuk mencegah kekambuhan serangan asma.

Harapan baru bagi penderita asma

Baru-baru ini, ditemukan secercah harapan untuk penderita asma, yaitu vitamin D yang disebut dapat menurunkan risiko serangan asma sedang-berat hingga 50 persen.

Peneliti dari Universitas Queen Mary, London, menemukan bahwa konsumsi suplemen vitamin D bersamaan dengan obat-obatan untuk mengatasi asma dapat membantu menurunkan risiko serangan asma yang menyebabkan penderitanya dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Tidak hanya itu, konsumsi suplemen vitamin D juga dapat menurunkan penggunaan obat-obatan steroid – baik tablet maupun injeksi – sebesar 30 persen. Sebelum fakta tentang manfaat vitamin D untuk mengatasi asma ditemukan, steroid adalah ‘pahlawan’ bagi penyakit ini.

Karena seperti yang telah kita ketahui, steroid memang terkenal sebagai obat “dewa” yang dapat menjadi solusi untuk mengatasi berbagai penyakit. Namun hal tersebut bukanlah tanpa konsekuensi.

Penggunaan steroid sistemik jangka panjang dengan dosis tinggi – apalagi tanpa resep dan petunjuk dokter – dapat menimbukan berbagai efek samping yang merugikan.

Berbagai efek samping tersebut seperti peningkatan tekanan darah dan gula darah, osteoporosis, peningkatan nafsu makan dan berat badan, perubahan mood, kelemahan otot, pandangan kabur, peningkatan pertumbuhan rambut di tubuh, mudah memar, bengkak, jerawat, iritasi lambung, sulit tidur, katarak, dan glaukoma.

Asupan vitamin D untuk mengatasi serangan asma

Selama ini vitamin D hanya dikenal sebagai vitamin yang dapat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Namun dewasa ini, banyak kegunaan vitamin D lain yang mulai diketahui, salah satunya adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dengan sistem kekebalan tubuh yang meningkat, maka tubuh akan lebih tahan terhadap serangan virus yang dapat mencetuskan serangan asma. Melihat hasil penelitian yang menjanjikan tersebut, tidak ada salahnya bagi penderita asma untuk memeriksakan kadar vitamin D dalam darah.

Apabila jumlah vitamin D rendah seperti yang dimiliki oleh sebagian besar penduduk Indonesia, maka mengoptimalkan kadar vitamin D dalam darah sangat direkomendasikan untuk mencegah serangan asma.

Vitamin D bisa didapat dari berbagai bahan makanan seperti ikan salmon, sarden, tuna, minyak ikan kod, kerang, udang, kuning telur, jamur, dan susu yang difortifikasi dengan vitamin D.

Jika dilihat dari jenis makanan tersebut, memang orang Indonesia tidak mengonsumsi bahan makanan sumber vitamin D dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, tak heran apabila kadar vitamin D di dalam darah belum mencapai batas optimal.

Tidak hanya itu, ketakutan kulit menjadi hitam pun menjadi salah satu hal yang menghalangi sebagian besar orang Indonesia untuk mendapatkan vitamin D yang cukup.

Padahal, vitamin D bisa didapatkan secara gratis ketika kulit yang tidak terlindungi pakaian maupun tabir surya terpapar sinar matahari. Anda dapat berjemur saat sinar matahari belum terlalu terik, yakni pada pukul 07.00-09.00 WIB di pagi hari.

Penyakit asma bisa sangat mengganggu bila terus-menerus kambuh. Itu sebabnya vitamin D sangat dibutuhkan untuk mengatasinya. Jika sudah mengupayakan cara tersebut namun serangan asma tak kunjung reda, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan suplemen untuk dikonsumsi.(NP/ RVS/klikdokter)


div>