SELASA , 23 OKTOBER 2018

Menelusuri Peredaran Daging Oplosan di Pasaran

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 13 September 2017 13:00
Menelusuri Peredaran Daging Oplosan di Pasaran

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penjualan daging oplosan dan tidak layak konsumsi di pasaran, membuat masyarakat khawatir. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhirnya memutuskan menurunkan tim operasional terpadu, untuk melakukan sidak sekaligus operasi pasar.

Sebelumnya, aparat kepolisian menemukan 500 kilogram daging oplosan dijual oleh salah seorang pedagang. Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, tim operasional terpadu Pemkot Makassar menggelar sidak di Pasar Pa’baeng-baeng. Tim terdiri dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2), BPOM, Dinas Perdagangan dan Pol PP.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar, Sri Susilawati, mengatakan, operasi pasar yang dilakukan tim terpadu adalah untuk memastikan tidak ada lagi daging yang tidak layak konsumsi yang dijual kepada masyarakat. Sangat berbahaya jika daging tersebut dikonsumsi.

“Ini berbahaya jika masih ada daging yang sudah tidak layak konsumsi masih dijual ke masyarakat. Karenanya, kita lakukan operasi terpadu untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, agar masyarakat jangan sampai membeli dan mengkomsumsi daging yang tidak sehat,” ucap Sri, Selasa (12/9).

Selain memeriksa daging yang dijual di pasar tersebut, kata Sri Susilawati, pihaknya juga menegaskan kepada para pedagang daging agar dalam memasarkan dagingnya, pedagang sudah mengetahui bahwa daging sudah memenuhi SOP dari dinas terkait. Mulai dari lokasi pemotongan hewan, hingga ke tempat penjualan daging di pasar tradisional.

“Pedagang harus memastikan bahwa daging yang dijual tentunya sudah melalui pemeriksaan kesehatan, dan dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan bahwa hewan tersebut sehat dan memang layak untuk dikomsumsi oleh masyarakat,” terangnya.

Hingga berakhirnya pemeriksaan yang dilakukan tim operasi terpadu di beberapa penjual daging yang ada di Pasar Pa’ Baeng-baeng, tidak ditemukan indikasi adanya daging yang tidak layak komsumsi yang diperjualbelikan.


div>