SELASA , 12 DESEMBER 2017

Mengaku Stres, Saksi Korupsi e-KTP Curhat ke Hakim

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 21 Oktober 2017 10:15
Mengaku Stres, Saksi Korupsi e-KTP Curhat ke Hakim

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – 

Ketua Panitia Pengadaan proyek e-KTP, Drajat Wisnu Setyawan menjadi salah satu saksi dalam sidang korupsi e-KTP, Jumat (20/10). Dalam kesaksiannya kepada hakim yang dipimpin Jhon Halasan Butar Butar, Drajat mengaku tertekan karena terseret kasus itu.

Dia mencurahkan perasaannya kepada hakim, yakni mengaku sangat stres. Ditambah dia ikut menerima uang dalam proyek yang merugikan negara Rp 2,3 triliun tersebut.

“Saya benar-benar stres menghadapi penyidikan. Saya sangat berat sekali. Keluarga saya sangat terganggu sekali. Kalau tidak kuat doa, kami bisa depresi,” ujar Drajat kepada majelis hakim.

Di persidangan, Drajat bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Kepada hakim, dia mengaku menerima 40.000 dollar Amerika Serikat dari Sugiharto, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek e-KTP.

Uang itu, kata dia, diberikan sekitar tahun 2012 atau 2013. Menurut Drajat, uang tersebut telah diserahkan kepada penyidik KPK.

Selain itu, Drajat juga pernah diminta menyerahkan uang ke rumah salah satu anggota DPR. Namun, ia tidak mengetahui siapa anggota DPR yang dimaksud.

“Kalau boleh menyesal, seharusnya saya enggak mau saat itu. Tapi kondisinya Pak Dirjen dan Pak Sugiharto galak sekali,” kata Drajat.

(elf/JPC)


div>