KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Mengaku Tak Bersalah, Daeng Bonto Kecewa Terhadap Polsek Bajeng

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Jumat , 30 November 2018 17:24
Mengaku Tak Bersalah, Daeng Bonto Kecewa Terhadap Polsek Bajeng

Kapolsek Bajeng, Iptu Hasan Fadhlyh

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Warga keluhkan kinerja Polsek Bajeng, Kabupaten Gowa. Hal itu terjadi lantaran dinilai tidak profesional dalam melakukan penyelidikan.

Seperti yang dialami Riri Daeng Serang yang merupakan warga dusun Majannang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, kini sudah sepekan diamankan di Polsek Bajeng dengan alasan sebagai penadah motor curian.
Padahal menurut Riri Daeng Serang, dirinya hanya membantu Daeng Ngemba.

“Pada saat itu daeng Ngemba menelpon Riri lalu daeng Ngemba meminta tolong untuk membantu uang sebesar Rp. 2 juta dengan jaminan satu unit motor yamaha mio dengan jangka waktu satu minggu uang Riri akan dikembalikan,” kata Orang Tua Riri, Sukri Daeng Bonto.

“Namun pada saat itu, Riri hanya bisa membantu Rp1 juta dan daeng Ngemba yang menambah Rp. 500 ribu. Setelah itu, motor tersebut disimpan dirumah saya dan belum cukup satu minggu ada pemiliknya yang mengenal motor itu sehingga saya kaget dan baru mengetahui bahwa motor itu ternayata motor curian,” tambahnya.

Daeng Bonto juga mengatakan bahwa tidak lama kemudian Riri Daeng Serang dengan dirinya ditangkap oleh polisi dari Polsek Bajeng. Hanya saja, ia sempat ditahan selama empat hari dan disuruh membayar oleh oknum penyidik atas nama Yusuf dan Sidik dari Polsek Bajeng sebesar 4 juta. Atas permintaan tersebut ia penuhi sehingga ia dilepaskan.

“Sementara anak saya, Riri Daeng Serang masih ditahan di Polsek Bajeng sementara daeng Ngemba tidak ditahan padahal Daeng Ngemba ini orang yang menelpon dan dia yang meminta tolong untuk dibantu temannya daeng Ngemba yang merupakan pelaku curanmor,” esal Daeng Bonto.

Kapolsek Bajeng, Iptu Hasan Fadhlyh, mengatakan bahwa Riri Daeng Serang bukan penadah tetapi berdasarkan dengan hasil pemeriksaan dia itu pelaku utama. “Kalau dia mengelak berarti dia itu hanya alibinya, sebab orang yang ditunjuk dia tidak mengenal Riri Daeng Serang, nanti dia buktikan di proses persidangan nantinya”, kata Iptu Hasan Fadhlyh.

“Memang bapaknya Riri Daeng Serang pernah ditahan karena dia bagian penghubung. Kalau mengenai dengan dia membayar Rp. 4 juta sehingga dia bisa lepas, saya tanya dulu penyidiknya, singkatnya Kapolsek Bajeng,” lanjutnya.


Tag
div>