MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Mengenal Calon Komisioner KPU Sulsel (2), Asram Jaya Utamakan Integritas dan independensi

Reporter:

Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 April 2018 11:45
Mengenal Calon Komisioner KPU Sulsel (2), Asram Jaya Utamakan Integritas dan independensi

Komisioner KPU Sulsel, Asram Jaya (int)

TIM Seleksi (Timsel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel sudah merampungkan tahapan seleksi calon komisioner KPU Sulsel. Hasilnya, sebanyak 14 nama calon anggota KPU Sulsel periode 2018-2023 dinyatakan lolos dan nama-namanya telah dikirim ke KPU RI di Jakarta, untuk ditetapkan menjadi tujuh anggota KPU Sulsel.

Dari 14 nama yang lolos, satu diantaranya berlatar belakang aktivis. Dia adalah M. Asram Jaya. Kiprahnya dalam dunia kemasyarakatan dan organisasi juga tidak diragukan lagi.

Malang melintang disejumlah organisasi membuat namanya dikenal. Aktivis Non Government Organizational (NGO) ini tercatat sebagai Koordinator FORUM Informasi dan Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (FIK ORNOP Sulsel).

FIK ORNOP sendiri membawahi 48 lembaga anggota se-Sulawesi Selatan dan Barat, dimana organisasi ini menghimpun Isu demokratisasi, Lingkungan, Hukum, Gender dan Anak, serta Pembunuhan Hak Dasar Warga.

Sebelum menjadi Koordinator FIK ORNOP, Asram juga telah menjabat sebagai Direktur Lembaga Pendidikan Rakyat Anti Korupsi PeRAK Institut, dan saat ini juga saat ini masih sebagai Badan Pekerja Anti Corruoption Committe (ACC Sulawesi). Dimana ACC Sulawesi tersebut, melakukan pengawasan terhadap tindak dugaan korupsi yang ada di wilayah Sulawesi selatan.

lelaki kelahiran 4 Februari 1975 ini tidak ingin terlalu mengumbar diri, meski ia lolos sebagai satu dari 14 nama calon Komisoner KPU, yang akan dipilih oleh KPU RI. “Seleksi Komisioner KPU Provinsi masih berjalan,” katanya saat dikofirmasi.

Namun kedepan, jika namanya masuk dari 7 komisioner, dirinya lebih mengutamakan Integritas dan independensi kedepan. “Integritas dan independensi sarat mutlak bagi komisioner KPU,” ujarnya.

Disinggung soal alasan dirinya ingin menjadi komisoner KPU. Asram hanya menyebutkan bahwa ia sudah aktif jadi pemantau pemilu sejak tahun 1999 dan memberikan arahan pendidikan politik kepada masyakrat. “Sejak Pemilu tahun 1999 saya sudah aktif menjadi pemantau pemilu, melakukan pendidikan politik kepada warga,” demikian kata Asram. (*)


div>