RABU , 12 DESEMBER 2018

Mengenal Calon Komisioner KPU Sulsel (5) – Misna M Attas Masih Fokus Bimtek PPS dan Pemetaan Daerah Pilkada

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

asharabdullah

Selasa , 10 April 2018 12:15
Mengenal Calon Komisioner KPU Sulsel (5) – Misna M Attas Masih Fokus Bimtek PPS dan Pemetaan Daerah Pilkada

Misna M Attas.(int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keinginan untuk menjadi penyelenggaran Pemilihan Umum (Pemilu) tidak pernah ada dibenaknya. Menjadi petani handal dan pengusaha adalah impian terbesarnya sejak kecil, namun kehendak Tuhan berkata lain.

Saat ini, Misna merupakan satu dari tiga komisioner petahana yang bertahan hingga tahapan akhir pemilihan calon komisioner KPU Sulsel periode 2018-2023.

Misna menceritakan, sejak kecil memiliki cita-cita sebagai petani handal dan pengusaha. Namun semua itu berubah Pasca ia bergelut di dunia organisasi di bangku kuliah hingga menyelesaikan studi. “Cita-cita saya dulu jadi petani dan pengusaha. Karena pengaruh organisasi gerakan permukaan dan berkelanjutan hingga jadi begini,” kata Misna, Senin (9/4/2018).

Ia mengungkapkan, semasa kecil ia menghabiskan waktu bermain di Kabupaten Bone. Setelah menyelesaikan SD, SMP dan SMA. Selepas SMA ia kemudian hijrah ke Makassar melanjutkan studi di perguruan tinggi pada tahun 1993.

“Waktu kecil saya habiskan waktu bermain di kampung halaman Kabupaten Bone. Hoby saya membaca serta dan jalan-jalan refresing,” kenang wanita kelahiran 1974 ini.

Misna sejak mahasiswi di Universitas Muslim Indonesia terlibat aktif di dunia organisasi. Baik internal maupun eksternal kampus. Organisasi Internal di UMI Makassar, Misna aktif di lembaga unit penerbitan dan penulisan mahasiswa UMI Makassar, juga HMI komisariat. Hal ini juga menghantarkan Misna terpilih menjadi ketua KorHMIwati cabang ujung pandang (kini cabang Makaassar) pada tahun 1997-1999.

“Dulu saya aktif di berbagai organisasi baik internal kampus seperti lembaga mahasiswa. Sampai saya terpilih ketua korHMIwati cabang ujung pandang tabungan 1997. Pengalaman saya juga terlibat aktif di organisasi perempuan sampai sekarang,” tururrnya.

Dengan pengalaman tersebut Misna perna menjadi panitia pengawas pemilu (Paswas) Kabupaten Gowa 2007. Setelah itu, Misna juga pernah lulus tes menjadi PNS. Akan tetapi mengundurkan diri saat ia dinyatakan lulus seleksi menjadi komisioner KPU Makassar tahun 2008 menjadi ketua di Kota Makassar.

“Pengalaman saya juga pernah menjadi Panwas di Gowa, setelah itu, saya perna jadi PNS. Tapi saat saya lulus di KPU Makassar, saya mundur dari PNS. Lebih memilih mengawasi jalannya demokrasi Pilkada dan pemilu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, karir Misna semakin tinggi yakni mengikuti seleksi komisioner KPU Sulsel tahun 2013 lalu. Terpilih satu dari lima komisioner saat ini. Kini memasuki masa berakhir, mencoba mengadu nasib kembali di lembaga penyelenggara pemilu itu.

Tahapan demi tahapan jalanya Pilkada mulai memasuki garis finish. Tentu pengawasan lanjutan dilakukan oleh komisioner yang membidangi pencalonan/pendaftaran hingga tempat pemungutan suara (TPS) dan pleno akhir nanti.

Sebagai, Komisioner bidang teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Misna M Attas mengatakan tahahapan demi tahapan telah dilewati hingga butuh konsentrasi untuk pengawasan sebelum masa berakhir.

KPU Sulsel, kata dia, terus bekerja. Saat ini pun, telah melakukan evaluasi. Ada dua hal yang menjadi fokus pembenahan dan pengawasan dirinya sebagai bidang teknis, yakni bimbingan teknis bagi panitia pemungutan suara (PPS) dan Pemetaan daerah Pilkada serentak.

“Tahapan terus berjalan, KPU kerja semua. Saya dua hal akan menjadi fokus pembenahan utama persiapan bimbingan teknis PPS dan pemetaan daerah Pilkada,” pungkasnya. (*)


div>