SABTU , 20 OKTOBER 2018

Mengenal Kanit Resmob Parepare, Baru 7 Bulan Menjabat Ungkap Puluhan Kasus

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 16 Mei 2018 16:16
Mengenal Kanit Resmob Parepare, Baru 7 Bulan Menjabat Ungkap Puluhan Kasus

int

– Lulusan Pesantren, Dikenal Religius

PAREPARE, RAKSUL.COM- Siapa yang tidak mengenal Unit Resort Mobil (Resmob) Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare.

Hampir setiap hari, ada saja kasus yang berhasil diungkap. Pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat berhasil ditaklukkan, baik di saat larut malam, maupun di pagi buta.

Tapi tahukah, siapa Kepala Unit Resmob Parepare yang punya andil besar dalam mengungkap kejahatan itu??

Dia adalah Aiptu Paesal. Meski baru menjabat selama tujuh bulan lebih sebagai Kanit Resmob di Kota Parepare, namun pria Bugis kelahiran Barru, 4 Maret 1973 ini telah berhasil membongkar sejumlah kasus, seperti pembunuhan, pencurian, kekerasan, begal, dan sejumlah kasus kejahatan lainnya.

Saat ditemui sedang berinteraksi dengan warga Lontangnge, Kelurahan Watang Bacukiki, Rabu, (16/5/2018), Aiptu Paesal yang berpakaian bak preman, berambut gondrong dan bercambang ini hanya tersenyum saat ditanya upaya yang dilakukan.

“Bekerja 24 jam jika kita nikmati dan kita ikhlas melakukannya, maka pasti akan berbuah besar,” ujar Polisi lulusan Pesantren sejak SMP hingga S1 di Mangkoso’, Kabupaten Barru ini.

Tak hanya tugas utama, namun membantu masyarakat yang membutuhkan juga dilakukan jika dibutuhkan. Setiap malam pihaknya berpatroli di wilayah Polres Parepare, dan tak sungkan jika melihat kendaraan yang terparkir, dan bisa menimbulkan kejahatan, pihak Resmob di bawah kepemimpinannya, akan segera menyarankan kepada masyarakat untuk segera mengamankan kendaraanya.

Tak hanya sampai di situ, Aiptu Paesal juga memiliki suara nyaring nan merdu saat melantunkan kalam Allah.

* Programkan Safari Religi di Bulan Ramadhan

Lulusan pesantren ini pun juga memprogramkan akan berkeliling atau safari dari mesjid ke mesjid di bulan suci ramadhan.

“Kita akan berkeliling dari mesjid ke mesjid, khususnya di titik rawan. Jika misalnya tidak ada penceramah yang mengisi, kita yang akan mengisinya dengan menyampaikan imbauan atau ceramah Islam,” ujar pria brewok, lulusan SI jurusan Syariah, polisi yang dikenal pandai mengaji dan berceramah.

24 tahun mengabdikan diri sebagai abdi rakyat di ranah hukum, menjadikan ia semakin matang, baik dalam mengungkap kasus, maupun dalam bersosialisasi dengan masyarakat.

“Insya Allah saya akan laksanakan di titik rawan menyampaikan imbauan. Apalagi dengan maraknya curanmor yang terjadi akhir-akhir ini, terutama di bulan Ramadhan. Kita juga akan mengisi ceramah agama, jika dibutuhkan, misalnya penceramah di mesjid itu tidak ada,” katanya. (*)


div>