SABTU , 23 JUNI 2018

Mengenal Lebih Dekat Risman Pasigai, Dari Aktivis Kini Jubir NH-Aziz

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 01 Februari 2018 21:51
Mengenal Lebih Dekat Risman Pasigai, Dari Aktivis Kini Jubir NH-Aziz

Risman Pasigai. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Terjun di dunia politik, menjadi bagian dari perjalanan hidup Risman Pasigai. Ketertarikannya di dunia politik, mengantarkan dirinya menjadi Juru Bicara (Jubir) bakal pasangan calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).

Namun sebelum menjadi politisi, Risman Pasigai atau yang akrab disapa MRP adalah seorang aktivis. Semangat meneguhkan demokrasi dan mewujudkan keadilan sosial masih terus bergelora dalam dirinya.

Berbagai problematika sosial, hingga masalah pemenuhan hak sosial ekonomi masyarakat, sebagai perwujudan kedaulatan rakyat telah memberinya kesadaran tentang harapan kehidupan yang lebih baik, serta keberpihakan terhadap publik dalam nafas perjuangannya.

Perjalanan karir politik Risman tidak diragukan lagi, begitu banyak organisasi yang ia lalui sebelum menjadi seorang jubir. Sosok yang dikenal ramah dan mudah bergaul ini dekat dengan semua kalangan masyarakat.

Aktivitas keorganisasiannya cukup luas dan beragam. Keorganisasian diawali melalui keikutsertaannya pada Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM). Tidak hanya pada lingkungan internal kampus melainkan eksternal.

Lahir dari pasangan keluarga sederhana, kehidupan bercocok tanam telah akrab dalam kehidupan masa kecilnya. “Saya dari keluarga biasa saja, ayah saya almarhum adalah guru sekolah dan ibu saya hanyalah bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebagai mana lazimnya, kebetulan saya hanya dua orang bersaudara dan saya anak ke dua,” katanya.

Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, Risman memiliki impian untuk duduk di bangku sekolah. Semasa sekolah, berbagai organisasi ia masuki, mulai dari OSIS, pramuka, olahraga bahkan sempat menekuni sebagai pemain teater.

“Kalau organisasi di perguruan tinggi mulai dari Lembaga Pers Mahasiswa Watak, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan bahkan sempat menjadi Presiden BEM di Kampus, di situlah saya mulai pertarungan dan perjuangan sesungguhnya,” jelasnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel ini menjelaskan, awal pertama terjun ke dunia politik yakni pada tahun 2008 dan bergabung di Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Kemudian di percaya menjadi Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Bulukumba, dan sempat bertarung pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2009 lalu.

“Berawal dari aktivis HMI, kemudian selesai, waktu itu saya dekat dan menjadi anak binaan Bapak Idrus Marham. Jjadi banyak bersentuhan dengan Partai Golkar bahkan mendampingi beliau di setiap kegiatan politiknya,” jelasnya.

Pria kelahiran 17 Maret 1979 mengaku alasannya ingin menjadi Jubir NH-Aziz karena amanah partai yang wajib ditaati oleh kader di dunia politik.

Oleh sebab itu, ia menegaskan untuk memenangkan NH-Aziz adalah harga mati. Menurutnya, berjuang di politik itu adalah keniscayaan. Menangkan NH-Aziz adalah keharusan.

“Kalau alasan jadi Jubir NH-Aziz, jelas saya hanya menjalankan amanah Pak NH yang meminta saya untuk menjadi Jubirnya pada Pilgub Sulsel 2018 nanti. Karena bagi saya berjuang di politik itu adalah keniscayaan. Menangkan NH-Aziz adalah keharusan,” ujarnya.

Sebagai politikus muda, Risman menitipkan harapan untuk generasi muda masa kini dan masa akan datang. Ia menginginkan agar pemuda senantiasa hadir dalam setiap dinamika bangsa, tentunya melalui gagasan-gagasannya sehingga, bangsa ini bisa bangga dengan pemudanya.

“Saya banyak menggeluti organisasi kepemudaan baik tingkat regional maupun nasional, di HMI saya sempat menjadi ketua, DPP AMPI, bahkan sekarang saya dipercaya sebagai Ketua Bidang Organisasi DPP KNPI di Jakarta,” pungkasnya. (*)


div>