RABU , 17 OKTOBER 2018

Mengenal Sosok Daeng Azis-Karakter Ketokohan Kuat, Didorong Jadi Caleg

Reporter:

FAHRULLAH

Editor:

MA

Kamis , 19 Juli 2018 11:41
Mengenal Sosok Daeng Azis-Karakter Ketokohan Kuat, Didorong Jadi Caleg

Abdul Azis alias Daeng Azis (kiri) bersama koleganya di salah satu warkop di Kota Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM– Nama Abdul Azis alias Daeng Azis akhir-akhir ini kembali diperbincangkan, tokoh asal Butta Turatea yang sudah terkenal sampai ke tingkat nasional ini pun mewakafkan dirinya untuk bersama rakyat demi melihat Sulsel lebih baik kedepan.

Sosok yang kerap tampil nyentrik ini adalah seorang tokoh asal kabupaten Jeneponto yang dikenal penuh karakter, serta kepedulian terhadap kaum lemah. Jika menyebut nama Daeng Azis, memang tak banyak yang mengenal, tetapi jika dikaitkan dengan Kalijodo, maka semua orang pun langsung mengenalnya.

Pria kelahiran Jeneponto ini merantau ke Ibu Kota Jakarta diakhir tahun 1989. Daeng Azis menceritakan, keinginannya untuk menaklukkan ibu kota muncul setelah gagal menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Setelah melewati berbagai tantangan dengan kerasnya tuntutan hidup di Jakarta, Daeng Azis kini kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdi.

Banyak orang yang menganggap usaha Daeng Azis berhasil karena bisnisnya di Kalijodo. Tapi tak banyak yang tahu jika bisnis yang dilakoni olehnya bukanlah bisnis haram seperti yang sering diberitakan. Daeng Aziz pun meluruskan hal tersebut. menurutnya apa yang dilakukan di kalijodo tidak seperti yang dipikirkan oleh masyarakat. Pasalnya awal terjun di wilayah kalijodo, daeng Azis mengaku membeli lahan tersebut kemudian menyewakan kepada orang lain. Sehingga keseluruhan bisnis yang ada disana, Daeng azis tidak terlibat.

“Selama 20 tahun saya berada di Jakarta, baru empat kali saya lewati kalijodo. Disana saya memberikan pekerjaan halal kepada sejumlah warga asal sulsel, misalnya menjadi tukang parkir.Kalo ada orang Sulsel yang coba-coba melakukan pekerjaan haram. Maka saya tidak akan memberinya kesempatan. Saya akan menyuruhnya pulang ke kampungnya,”urainya.

Daeng Azis pun pernah terlibat dengan aparat hukum karena perbuatan karyawannya. Bahkan kasus yang pernah menjeratnya yakni dugaan pencurian listrik, sebenarnya, kata Daeng Azis, bukan dirinya yang melakukan hal tersebut. “Sebagai orang dari Timur (Sulsel), jika ada anak buah yang melakukan kesalahan pastinya sebagai bos (Pimpinan) harus bertanggung jawab atas perbuatan bawahan,” kata Daeng Azis.

Kini setelah kurang lebih 30 tahun, Daeng Azis pulang kampung dan bercita-cita ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sulsel. Kesempatan untuk memperjuangan kepentingan rakyat lewat perlemen tidak disia-siakan. Daeng Azis pun maju sebagai bakal calon Legislatif (Bacaleg) dengan dorongan masyarakat, khususnya dari Wilayah Selatan Sulsel.

“Terus terang kalau masalah ekonomi Alhamdulillah cukup untuk semua keluarga. Namun ini panggilan dari masyarakat Sulsel. Baik itu keluarga yang ada di Jeneponto, Bantaeng dan Selayar meminta saya untuk pulang, agar bisa maju sebagai anggota DPRD,” ujarnya.

Sebelumnya ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) mengatakan Daeng Aziz merupakan sosok dengan jiwa sosial yang tinggi. “Dia kan dulu merantau ke Jakarta karena keterpaksaan ekonomi. Sekarang dia kembali untuk membangun kampung,” ucap IMB.

Idris menceritakan bahwa selama merantau di Jakarta, penghasilan Daeng Aziz disisihkan untuk membeli lahan pertanian di kampungnya. Dari lahan itu, lanjut Idris, Daeng Aziz memberikan pengelolaan tanah secara gratis dan hasil pertanian yang dihasilkan diserahkan sepenuhnya ke masyarakat.

“Dia menghidupi masyarakat di Jeneponto dan masyarakat di sana semua tahu tentang ini. Dia adalah malaikat di kampungnya. Bukan orang jelek ini, karena Daeng Aziz menghidupi orang dan semua orang susah,” jelasnya.


Tag
div>