SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Mengenal Sosok Keren Krisna, Korban Pembunuhan di SMA Taruna Nusantara

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 01 April 2017 13:31
Mengenal Sosok Keren Krisna, Korban Pembunuhan di SMA Taruna Nusantara

Almarhum Krisna Wahyu Nurachmad dan kakaknya, Reyhan Cahyo (dua dan tiga dari kiri) bersama saudaranya. ist for jpg

JAKARTA – Tewasnya siswa SMA Taruna Nusantara Krisna Wahyu Nurachmad di asrama sekolahnya, Barak G17 Kamar 2B menyisakan duka mendalam. Terutama bagi keluarga dan teman-temannya.  Sejak kecil hingga SMP, Krisna Wahyu Nurachmad ternyata tinggal di Jakarta.

“Kalau ke sini (rumah di Bandung) waktu libur saja sama ibu. Memang jarang ke sini. Terakhir ke sini juga tiga bulan yang lalu,” kata Wawan, 25, pegawai kerabat paman Krisna.

Kemarin, rumah berlantai dua milik orang tua Krisna di kompleks TNI Angkatan Darat, tepatnya di Jalan Sumarsana 12 RT 03/04, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, itu tampak sepi. Di halaman rumah, hanya terparkir mobil warna merah dan satu unit motor matik.

“Ini memang rumah orang tuanya, tetapi sudah jarang ditempati ibu. Yang menempati adik dari ibu, Mas Amru, sama sopir ibu dan saya,” kata Wawan.

Karena jarang ke rumah di Bandung, Wawan mengaku tak banyak mengenal Krisna. Hanya, sepengetahuannya, Krisna sosok pribadi yang pendiam. “Nggak banyak tingkah, enggak neko-neko,” ujarnya.

Krisna adalah anak bungsu dari empat bersaudara, putra pasangan (alm) Kartoto dan Umi Isnaningsih. Ayahnya purnawirawan berpangkat Mayjen.

Dia memiliki tiga kakak. Yang pertama Adam Gaga Pranolo, baru lulus kuliah. Yang kedua Karina Cahya, bekerja di Palembang. Yang ketiga Reyhan di SMA TN, sama seperi Krisna.

[NEXT-RASUL]

Amru, paman Krisna, kemarin siang, tampak terburu-buru meninggalkan rumah yang selama ini tercatat sebagai rumah korban. “Saya mau berangkat sekarang ke Magelang,” kata Amru.

Sementara, kemarin sore, di ruang Mortuary RSU Tidar Kota Magelang, tampak kesibukan tim medis tengah mengotopsi jenazah korban. Otopsi dilakukan sejak pukul 12.00.

Di depan ruangan, ada sekitar 12 polisi yang berjaga. Selesai diotopsi, jenazah dimakamkan di TPU Giriloyo, Magelang. Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman.

Menurut beberapa teman-teman korban yang hadir saat pemakaman, Krisna adalah sosok yang sangat menyenangkan dan humoris. Korban juga sosok yang rajin dan baik dalam berkomunikasi. Ia bahkan bisa berbahasa Mandarin.

”Kami tidak mengira Krisna akan secepat ini meninggalkan kami. Yang memprihatinkan lagi meninggal dengan cara seperti ini. Semoga kasusnya segera terungkap,” ujar teman Krisna yang tak bersedia disebutkan identitasnya. (jpnn)


div>