JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Mengerikan… Begini Posisi 11 Orang Itu Saat Ditemukan Berjejalan di Kamar Mandi Sempit

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 28 Desember 2016 11:36
Mengerikan… Begini Posisi 11 Orang Itu Saat Ditemukan Berjejalan di Kamar Mandi Sempit

Dodi Triono bersama tiga anaknya. Salah satunya Dianita Gemma Dzalfayla (dua dari kiri). Keduanya menjadi korban kekejaman orang yang menyatroni rumah mereka. foto: instagram

JAKARTA – Begitu pintu kamar mandi sempit di rumah Dodi Triono di Pulomas Jakarta Timur yang berukuran 2×1 itu didobrak, semua mata terbelalak. Ya, saat Sugeng (pembantu Dodi), Lutfi (warga), dan Abdul Gani (ketua RW setempat) bersama polisi membuka paksa pintu kamar mandi sempit itu, mereka melihat sebelas orang bertumpuk dan berimpitan di kamar mandi berukuran 2×1 meter.

Ada yang terduduk di lantai. Yakni, Dodi, Tasrok (sopir), dan Yanto (sopir). Ada juga yang tengkurap dengan kondisi ditumpuk. Yakni, Gemma, Diona, dan Amel (teman Gemma).

Mereka berlima, kecuali Tasrok, sudah meninggal. Nadi Tasrok saat itu masih berdenyut. Tapi, dia kemudian meninggal dalam perjalanan menuju RS.

Selain enam orang tersebut, ada lima korban yang pingsan dan lemas. Ada yang duduk di wastafel, ada pula yang duduk dengan bersandar pada tembok. Mereka yang selamat adalah Zanette Kslila Azaria, 13, anak Dodi; Emi, 41, asal Sukabumi, Jabar (pembantu); Santi, 22, asal Sukabumi, Jabar (pembantu); Fitriani, 33, asal Kebumen, Jateng (pembantu); Windy, 23, asal Banjarnegara, Jateng (pembantu).

Ketika itu shower kamar mandi masih hidup sehingga sebelas korban tersebut basah kuyup. Para penolong kemudian mengevakuasi korban ke ruang tengah. Yang pingsan langsung dilarikan ke RS, sedangkan yang sudah meninggal diidentifikasi di tempat.

Gani, yang masih kerabat Dodi, terlihat shock. “Saya kaget melihat ketua RT saya dengan kondisi begitu. Dia ketua RT 12. Kenapa musibah ini menimpa ke orang baik?” ucapnya dengan lirih. Dodi memang ketua RT setempat.

Gani menjelaskan, kondisi tubuh Dodi saat ditemukan sangat mengenaskan. Ada luka di dada kiri serta perut bagian kanan dan kiri. Di leher Dodi, juga ada luka sayatan. Dodi cuma pakai kaus putih dan celana pendek putih. “Darah segar juga masih keluar tuh dari leher,” tutur Gani. Bukan hanya Dodi. Menurut Gani, Diona juga ditemukan dalam kondisi penuh darah dan tanpa pakaian bagian atas.

[NEXT-RASUL]

Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jaktim langsung dikerahkan untuk memburu jejak pelaku. Mereka juga mengerahkan anjing pelacak.

Sekira pukul 13.30, pasukan K-9 (anjing pelacak) mulai menyisir rumah korban. Selanjutnya, beberapa anjing terlatih itu keluar dari rumah tersebut dan menyisir jalanan hingga radius 300 meter. Setelah itu, anjing tersebut masuk ke Kampus ASMI.

Menyisir setiap sudut kampus, termasuk kantin. Namun, tak ada hasil. Anjing kemudian kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada pukul 13.50, K9 kembali keluar dari rumah korban dan menyisir jalanan hingga jarak 200 meter. Kali ini anjing pelacak masuk ke sekolah TK, tapi juga tak menemukan petunjuk. (jpg)


div>