SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Menggagas Makassar Kota Kreatif

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 07 April 2016 10:00
Menggagas Makassar Kota Kreatif

int

PREDIKAT Kota Kreatif mungkin belum sepopuler istilah Kota cerdas, kota pendidikan, kota bersih, kota budaya atau istilah untuk predikat kota-kota di Indonesia bahkan di dunia. Beberapa tahun terakhir ini kota kreatif mulai jadi perbincangan dan jadi salah wacana yang banyak dikaji oleh akademisi, pemerintah bahkan aktivis-aktivis komunitas kreatif.

Perubahan peradaban manusia yang kian dinamis, juga mengisyaratkan perkembangan paradigma sistem ekonomi dunia secara umum. Menurut beberapa ahli ekonomi yang membagi fase perkembangan paradigma ekonomi mulai dari Agriculture Economic, Industrial Economic, Digital/ Knowledge Economy dan kini kita berada fase Creative Economic, Perkembangan teknologi yang kian pesat, dimana sudah hampir segala aspek kehidupan dapat dilakukan dengan mengandalkan teknologi sehingga menyebabkan tinggi jumlah pengganguran.

Ditambah potensi sumber daya alam yang tergerus dan semakin tingginya biaya produksi  dalam mengelolah hasil dari alam. Semakin kompleksnya problematika kehidupan manusia saat ini, kemudian mengharuskan menciptakan sumber ekonomi sendiri.

Pada era ini kreatifitas serta inovasi manusia ditempatkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional maupun global. Ekonomi kreatif kemudian dijadikan jalan alternatif yang cukup menjanjikan agar masyarakat dapat hidup lebih sejahtera.

Berbicara tentang potensi Kota Makassar sebagai Kota Kreatif Dunia, maka Makassar harus mempertegas potensi industri ayang akan dimaksimalkan untuk dikembangkan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan tentunya juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota.

Selain indikator dari UNESCO, ICCN juga melahirkan 10  prinsip kota kreatif yaitu Kota kreatif adalah kota yang welas asih, kota yang inklusif, kota yang melindungi hak asasi manusia, kota yang memuliakan kreativitas masyarakatnya, kota yang tumbuh bersama lingkungan yang lestari, yang hidup selaras dengan dinamika lingkungan dan alam sekitar, kota yang memelihara kearifan sejarah sekaligus menbangun semangat pembaharuan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakatnya, kota yang dikelola secara transparan, adil dan jujur, yang mengedepankan milai-nilai gotong royong dan kolaborasi, kota yang dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, kota yang memanfaatkan energi terbarukan,Kota kreatif adalah kota yang mampu menyediakan fasilitas umum yang layak untuk masyarakat.

[NEXT-RASUL]

Sedangkan Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Triawan Munaf telah membuat 16 subsektor bidang ekonomi kreatif yang bisa diaplikasi oleh kota dan kabupaten di Indonesia, yaitu aplikasi dan pengembangan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.

Dengan demikian Kota Makassar sebagai salah satu jejaring kota kreatif Indonesia atau kota lain di Indonesia harus siap memenuhi 18 indikator kota kreatif versi UNESCO, lalu mengimplementasikan salah satu prinsip kota kreatif dari 10 prinsip versi ICCN dan mengembangkan salah satu dari 16 subsektor  ekonomi kreatif versi Bekraf RI.

Kota Makassar dengan berbagai macam industri kreatif yang terus berkembang, tidak terlepas dari support serta keterlibatan Pemerintah Kota Makassar dan tumbuh suburnya komunitas kreatif yang senantiasa menghasilkan inovasi serta kreasi yang berkearifan lokal.

Tiba saatnya seluruh elemen atau unsur ‘quadruple-helix’ seperti Pemerintah, Akademisi, Pelaku Bisnis dan Komunitas Kreatif bisa kolaborasi dan menyatukan visi arah pengembangan ekonomi kreatif.

Dengan tujuan bukan hanya untuk mengejar predikat Kota Kreatif Dunia namun menargetkan tujuan lebih substansi sesuai amanah undang-undang yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Dan juga inin merupakan salah satu alternatif sektor ekonomi yang menjadi solusi Kota Makassar menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang kini telah memasuki babak baru. Tulisan ini hanya sekedar pemantik untuk kita semua, agar Makassar kedepan bisa berdaya saing seperti cita-cita Makassar Kota Dunia Dua Kali Tambah Baik. (*)


Tag
  • voxpopuli
  •  
    div>