JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Mengharukan! 12 Tahun Terpisah, IYL Pertemukan Warga Bantaeng dengan Keluarga

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 23 Juni 2017 00:25
Mengharukan! 12 Tahun Terpisah, IYL Pertemukan Warga Bantaeng dengan Keluarga

int

RAKYATSULSEL.COM — KISAH mengharukan dialami Amir. Warga asal Bantaeng itu selama 12 tahun memendam rindu dan keinginan kuat bisa bertemu kembali dengan kedua orangtua dan keluarganya.

Awalnya, Amir meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Malaysia. Tujuannya tentu saja memperbaiki taraf kehidupan keluarganya. Tapi sayang, di negeri jiran tersebut, ia dideportasi oleh pemerintah setempat.

Karena pundi-pundi uang yang didapatkan belum cukup untuk bisa pulang ke kampung halaman, termasuk komunikasi dengan keluarganya sudah terputus, nasib Amir tak menentu di Nunukan, Kalimantan setelah di deportasi.

Di provinsi yang berbatasan dengan Malaysia tersebut, hasrat Amir begitu besar bisa bertemu dengan keluarganya di kampung halaman. Apalagi ia tidak punya lagi pekerjaan tetap di Nunukan.

Rupanya kesedihan dan hasrat Amir bisa ditahu PMI Nunukan yang ikut memberikan pertolongan ke TKI yang dideportasi. Mengetahui itu, PMI lantas mengirim surat ke PMI Sulsel yang isinya menyampaikan jika ada warga asal Bantaeng dideportasi.

Sejak surat itu sampai, Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) langsung menindaklanjuti dengan meminta untuk melacak secepat mungkin tempat domisili keluarga Amir di Bantaeng.

Beberapa hari kemudian, tim kemanusiaan yang diturunkan, berhasil mengetahui keberadaan keluarga Amir. Saat itulah, Ichsan melalui PMI menyampaikan jika pihaknya siap memfasilitasi mempertemukan kembali Amir dan keluarganya di Bantaeng.

Hari yang dinanti pun tiba. Tanpa pencitraan berlebihan untuk kerja kemanusiaan, Ichsan ternyata diam-diam sukses memfasilitasi Amir bertemu dengan orangtuanya, Kamis (22/06/17).

“Terima kasih banyak sudah mempertemukan kami kembali,” kata Amir setelah bertemu dengan orangtuanya di Bantaeng, sembari menyebut suasana haru itu adalah berkah Ramadan.

Pertemuan anak dan orang tua yang terpisah selama 12 tahun ini, juga membuat warga yang turut menyaksikan tak kuasa menahan air mata harunya. Apalagi saat Ibu, Bungalia menangis penuh haru menyambut kedatangan anaknya.

[NEXT-RASUL]

“Terima kasih sudah mempertemukan saya dengan anakku yang sudah lama terpisah. Saya tidak sangka bisa bertemu kembali dengan Amir,” sebut Bungalia memeluk erat anaknya.

Sekretaris PMI Sulsel Lutfi Qadir menjelaskan, setelah menindaklanjuti surat dari PMI Nunukan, pihaknya mempersiapkan waktu untuk mempertemukan. Termasuk mengatur waktu kedatangan.

“Sejak surat itu masuk ke PMI Sulsel, ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo langsung menginstruksikan tim di PMI Sulsel yang tugasnya memang khusus melakukan pencarian identitas keluarga yang terpisah,” jelasnya.

Pasca-itu, pihaknya berkoordinasi memulangkan Amir, tepat Kamis (22/06/17). Bahkan, saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Tim PMI melakukan penjemputan, sekaligus mengantar langsung ke kampung halamannya.#


Tag
div>