RABU , 19 DESEMBER 2018

Menghitung Usia Berdasarkan Tahun Hijriyah

Reporter:

Iskanto

Editor:

Selasa , 11 September 2018 07:30
Menghitung Usia Berdasarkan Tahun Hijriyah

Syarifuddin Abdullah

Pada Selasa, 11 September 2018, berdasarkan kalender yang berlaku di Indonesia, kita telah memasuki Tahun Baru Hijriyah 1440H. Di sebagian besar negara-negara Arab, termasuk tanggalan di berbagai media berbahasa Arab, Tahun Baru Hijriyah jatuh pada Senin 10 September 2018. Selisih satu hari dengan Indonesia.

Namun kolom ini tidak akan membahas penyebab selisih satu hari antara tanggalan kalendar Indonesia dengan negara-negara Arab, dalam penentuan awal Tahun Baru Hijriyah 1440H (2018). Namun akan mengulas singkat tentang perbedaan usia, yang muncul akibat perbedaan kalender Masehi dan almanak Hijriyah.

Ilustrasi: kita acap mendengar seorang yang berusia, misalnya 66 tahun, bercerita antusias, “Saya sudah dapat bonus usia sekitar 3 tahun melebihi usia Muhammad saw”, dengan mengacu pada kisah yang sering diceramahkan para ustadz bahwa Nabi Muhammad saw wafat di usia 63 tahun.

Namun kalau dicermati, pernyataan seperti itu (bonus usia sekitar 3 tahun) sebenarnya separuh keliru dan separuh benar. Karena seseorang yang berusia 66 tahun berdasarkan kalender Masehi sebenarnya sudah dapat bonus hampir empat tahun, dibanding usia Rasulullah saw.

Sebab usia Muhammad yang 63 tahun adalah berdasarkan tahun Hijriyah, sementara lelaki itu menghitung usianya berdasarkan almanak Masehi.

Dan memang sebagian besar Muslim di Indonesia dan di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslimnya lainnya biasanya menghitung usianya berdasarkan kalender Masehi (Januari, Februari sampai Desember), bukan berdasarkan almanak Hijriyah (Muharram, Safar, Rabiul-awal sampai Dzul-hijjah).

Padahal kita tahu bahwa rata-rata selisih hari antara Tahun Hijriyah dan Tahun Masehi sekitar 11 hari per tahun (Masehi 365 hari, sementera Hijriyah 354 hari). Berdasarkan konversi sederhana, dalam setiap 33 tahun Masehi, setara dengan 34 tahun (Hijriyah). Sebab setelah dikurangi tahun kabisat, selisihnya mencapai sekitar 355 hari.

Gampangnya, kalau seseorang berusia 33 tahun (berdasarkan kalender Masehi), berarti usianya telah mencapai 34 tahun (berdasarkan almanak Hijriyah). Artinya, lelaki yang berumur 66 tahun Masehi itu, sebenarnya telah berusia 68 tahun Hijriyah.

Terkait dengan usia Rasulullah saw yang 63 tahun, yang dihitung berdasarkan almanak Hijriyah, jika dikonversi ke almanak Masehi, sebenarnya Muhammad saw hanya setara 61 tahun + 37 hari berdasarkan Kalender Masehi.

Meski tidak terlalu urgen, selain cermat mencatat tanggal kelahiran anak berdasarkan tahun Tahun Masehi, mungkin perlu juga mencatat hari-tanggal-bulan-tahun kelahiran anak-anak kita berdasarkan Tahun Hijriyah.

Persoalan lain yang kadang luput dari pencermatan: tanggalan Hijriyah bukan berawal dari tengah malam atau jam 00.00. Tetapi dihitung dari sejak Magrib atau terbenamnya matahari. Jadi kalau kelender Indonesia menetapkan tahun Hijriyah jatuh pada Selasa, 11 September 2018, sebenarnya Tahun Baru Hijriyah sudah masuk ketika matahari terbenam pada Senin, 10 September 2018.

Selamat merayakan Tahun Baru Hijriyah 1440H.

Syarifuddin Abdullah | 11 September 2018/ 01 Muharram 1440H


div>