SABTU , 15 DESEMBER 2018

Menjabat Ketua DPRD di Usia 37 Tahun

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 04 April 2016 14:52
Menjabat Ketua DPRD di Usia 37 Tahun

int

Rakyatsulsel.com — “Lakukan yang Terbaik untuk Rakyat”, demikian ukiran prinsip hidup tertanam disanubari A.S. Chaidir Syam, S.IP yang kini menjabat Ketua DPRD Kabupaten Maros.

Usianya masih muda, 37 tahun,  ketika pria kelahiran Bone, 2 Februari 1977 ini menduduki jabatan Ketua DPRD Maros.

Menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di kursi DPRD Maros tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada sebuah proses mesti dilalui sehingga bisa duduk sebagai ketua DPRD.

Menyumbang suara terbanyak di Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan 7.701 suara inilah menjadi penyebab   menghantarnya duduk di kursi Ketua DPRD Maros.

Sebelumnya, katanya, sudah ada kesepakatan internal partai bahwa siapa yang berhasil meraih suara terbanyak maka akan diprioritaskan akan duduk sebagai ketua DPRD dan beliau bukan Cuma peraih suara terbanyak di internal partai tetapi peraih suara terbanyak diantara semua calon legislatif se-kabupaten Maros.

“Alhamdulilah, saya berhasil meraih suara terbanyak. Makanya partai memberikan kepercayaan untuk menjadi ketua DPRD dan juga karena jabatan beliau di PAN sebagai sekretaris DPD PAN Maros saat ini. Ini sesuai mekanisme di internal partai. PAN berhasil meraih kursi terbanyak di DPRD dan wakilnya berhak atas jatah kursi ketua,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Diluar masalah jabatan, Sekretaris PAN Kabupaten Maros ini sebenarnya lebih mengutamakan persoalan rakyat daripada memburu jabatan.

“Kepercayaan ini hanya untuk berbakti kepada masyarakat,” ujar pria  yang telah duduk untuk pertama kalinya sebagai wakil rakyat di tahun 2008 ini.

Diceritakan,  sebelum berkecimpung di dunia politik, mantan Ketua KNPI Kabupaten Maros ini memulai berkarir di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Kebetulan,  saya sejak mahasiswa aktif berorganisasi. Saya senang berorganisasi dan mengikuti kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan. Makanya,  saya masuk di LSM,” ujar Chaidir yang pernah menjabat Asisten City Forum Spesialist dan Urban Coordinator program SWASH CARE International Indonesia di tahun 2007.

Saat berstatus  mahasiswa, Chaidir pernah menjabat beberapa jabatan strategis. Seperti Ketua Ketua Umum Pimpinan Pusat HPPMI (Himpunan Pemuda pelajar dan Mahasiswa) Kabupaten Maros  di tahun 2002 dan  Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahun (PIP) PW IRM Sul-Sel .

“Itulah amanah pernah saya emban saat di organisasi. Dengan berorganisasi, kita akan menemukan sahabat, teman dan bisa menambah capacity building kita. Dimana,  karakter akan bisa lebih terbentuk. Pada intinya,  saya sangat senang berorganisasi,”ujarnya.

Tanpa malu, Chaidir mengakui ketertarikannya terjun di dunia politik, karena kekagumannya pada sosok reformis  Amin Rais, yang juga adalah pendiri PAN.

[NEXT-RASUL]

Akhirnya, tanpa pikir panjang, saat pasca reformasi di tahun 1999,  mantan Ketua BM PAN Kabupaten Maros ini melabuhkan pilihannya bergabung di partai lambang matahari tersebut.

“Saya sangat mengagumi sosok Pak Amin Rais. Saya dulu juga kuliah di Unhas jurusan pemerintahan,  fakultas Sospol. Jadi,  saya ingin implementasikan apa yang saya dapat di kampus,” lanjutnya.

Setelah bergabung di PAN, dirinya memberanikan diri bertarung pada pemilihan legislatif pada tahun 1999. Hanya saja,  waktu itu, dia tidak lolos karena aturan pemilihan legislatif (pileg)  yang masih memberlakukan sistim nomor urut, tetapi dirinya tetap konsisten dan komitmen dalam setiap kegiatan partai-nya.

Kemudian, Chaidir mulai fokus kembali untuk menggeluti dunia Non Goverment Organisation (NGO).

Chaidir sempat bergabung di Care Internasional Indonesia program SWASH salah satu NGO yg mempunyai banyak program kemanusiaan dan beliau aktif di berbagai kegiatan seperti PISP (partisipatory Irrigation Sector Project) dan beberapa progam lainnya.

Kendati demikian, hal tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk terus berkarier di dunia politik. Sampai akhirnya dia mendapat kepercayaan untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) dari PAN di daerah pemilihannya.

“Saya sempat dua tahun menduduki jabatan wakil rakyat karena PAW. Selanjutnya, ikut bertarung lagi,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Alhamdulillah, masyarakat Maros memilihnya untuk duduk kembali sebagai wakil rakyat. Pada saat itu, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maros ini sempat diangkat menjadi Wakil Ketua DPRD Maros.

Pasalnya, Hatta Rahman yang juga Ketua PAN Maros yang saat itu duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Maros terpilih sebagai bupati Maros di pemilihan kepala daerah (pilkada) 2009.

Hingga pada pileg 2014, Chaidir kembali bertarung dan berhasil merebut tiket untuk masuk di rumah wakil rakyat dan kemudian menduduki kursi Ketua DPRD Maros.

Baginya, menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Maros, harus pintar membangun sinergitas antara legislatif dan eksekutif.

Menurutnya, kedua lembaga ini harus menjalankan fungsinya sesuai tupoksinya masing-masing. Misalnya, di DPRD harus menjalankan fungsi legislasi (legislasi), anggaran (budgeting) dan pengawasan (controlling).

Oleh karena itu, komunikasi dua arah antara kedua lembaga harus berjalan sinergis tanpa mengindahkan tupoksinya masing-masing.

Misalnya, saling kerjasama dalam membangun tata birokrasi pemerintahan ke arah lebih baik.

[NEXT-RASUL]

“Itu  harus diciptakan. Pemerintahan yang baik dengan cara melakukan komunikasi dengan baik dengan eksekutif. Semua persoalan bisa selesai dengan komunikasi yang baik. Tapi,  kita tetap menjalankan tupoksi kita masing-masing,” ujarnya.

Dijelaskan,  Kabupaten Maros bisa meraih penilaian drai BPK (badan pemeriksa keuangan) Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) clear and clean dan berbagai penghargaan yg diraih kabupaten Maros karena sinergi yang baik antara dewan dan pemerintah daerah.

Chaidir menganggap politik adalah seni. Sebuah seni  harus difahami dengan baik. Jika ada asumsi  mengumbar politik candu dan kejam? Itu merupakan dinamika politik.

“Politik bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan demi kepentingan masyarakat banyak. Dengan politik,  kita bisa melahirkan kebijakan-kebijakan yang baik untuk masyarakat. Kalaupun ada yang mengatakan politik kejam? Itu hanyalah dinamika yang mesti dilalui,” jelasnya. (*)


Keluarga Semangat Hidup

Ayah enam orang anak ini mengakui keluarga adalah semangat hidupnya. Keluarga merupakan semangat  meraih impian  terbaik dalam karier. Diakui,  dukungan keluarga diperlukan dalam menunjang karier.

“Terpenting,  keluarga  paling utama. Saya anggap keluarga adalah spirit  untuk melakukan hal terbaik,”ujar suami dari Hj. Ulfiah Nur Yusuf  dan ayah dari Muhammad Gemilang Pagessa, Tis’a Nurfath Pagessa,  Andi Muhammad Fathan,  Andi Fahira Chaidir,  Andi Muhammad Fahmi dan Andi Naurah Alfaza Chaidir.

Manajemen waktu menjadi kunci lelaki murah senyum ini membagi waktu dengan keluarga dan pekerjaan.

Diluar semua itu, komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan keluarga.

“Komunikasi harus dilakukan. Keluarga memahami pekerjaan tapi sesibuk apapun kita sempatkan untuk berkomunikasi dengan keluarga,” ujarnya.

Menjelang pilkada Maros, Chaidir berharap semua berjalan lancar. Tidak ada riak-riak yang akan mencederai Kabupaten Maros.

“Saya harap kondisi Maros adem ayem dan semua kalangan masyarakat  menjaga itu dengan baik. Paling utama,  mari kita menjalin silaturahmi dengan baik. Sebab, ini semua demi kepentingan masyarakat kedepan,” ujarnya.

Siapapun terpilih nanti, katanya, adalah pilihan rakyat dan itu mesti dihormati. Tapi saya yakin kita semua nantinya akan memilih pemimpin sesuai pilihan hati kita. Pilihan hatita insya Allah adalah pilihan yang tepat buat membawa Maros semakin BAIK.

[NEXT-RASUL]

Data Diri
Nama : A. S. Chaidir Syam, S.IP
Tempat dan Tanggal Lahir : Bone, 02  Februari 1977
Pekerjaan: Ketua DPRD Kabupaten Maros periode 2014-2019
Alamat: Jl. Mawar No. 11 Maros
Status: Menikah
Nama Istri: Hj. Ulfiah Nur Yusuf.,S.Si.,Apt
Nama Anak:
1. Muhammad Gemilang Pagessa
2. Tis’a Nurfath Pagessa
3. A. Muhammad Fathan
4. Andi Fahira Chaidir
5. Andi Muhammad Fahmi
6. Andi Naurah Alfaza Chaidir

Nama Orang Tua :
Ayah:A. Syamsuddin (Alm.)
Ibu:Hj. A. Nadjemiah

Pendidikan
Tahun 1981 s/d 1983:TK Raodatul At-Fal Depag Maros
Tahun 1983 s/d 1989:SD Negeri 1 Maros
Tahun 1989 s/d 1992:SMP Negeri 2 Maros
Tahun 1992 s/d 1995:SMA Negeri 1 Maros
Tahun 1995 s/d 2001:Pemerintahan Program Studi Ilmu Pemerintahan Unhas

Pengalaman di Partai
1999 – 2004:Pengurus DPD PAN MAROS, 1999-2004
2007 – 2012:Ketua BM (Barisan Muda) PAN Kabupaten Maros
2007 – 2012:Pengurus DPW BM PAN Sulsel
2005 – 2010:Sekretaris DPD PAN Maros Periode 2005-2010
2010 – 2015 (Sekarang) : Sekretaris DPD PAN Maros Periode 2010-2015


Tag
  • best people
  •  
    div>