SENIN , 16 JULI 2018

Menjadi Legislator untuk Kesejahteraan Pulau

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 29 Januari 2016 16:01
Menjadi Legislator untuk Kesejahteraan Pulau

int

Satu sosok pemuda yang sedikit menyita perhatian dari mayoritas wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPDR) Kota Makassar. H Saharuddin Said, putra kelahiran Pulau Barrang Ca’di, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, 16 Juni 1988, inilah orangnya.

Menyatakan niatnya untuk menjadi legislator karena dorongan masyarakat di sana (Pulau Barrang Ca’di, Red) agar tidak adanya anak tirian pemerintah terhadap pulau dan kota.

Menurutnya, meski berlatar belakang pendidikan swasta, ia tetap bersih, tegas, dan berusaha untuk bisa mendapat satu kursi di Gedung DPRD Kota Makassar.

Hasilnya, dari 50 legislator di DPRD Makassar yang sukses melenggang ke parlemen pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 Juli 2014 lalu, ia mampu menjadi jawara di Daerah Pemilihan (Dapil) II dengan keunggulan 6.363 suara atas sembilan legislator lainnya.

“Pencapaian pengabdian berbeda ukuran, khusus di dapil saya ada satu yang saya akan buktikan, yakni pemekaran kecamatan. Yaitu pemekaran Kecamatan Ujung Tanah. JadiĀ  nantinya di pulau ada kecamatan adalah Kecamatan Sangkarrang. Yang dapat dicapai dan kelihatan dari pemekaran itu, tidak akan ada lagi tempat dianaktirikan atau disepelehkan dari pemerintah, karena pulau jauh dari kota. Dengan adanya pemekaran akan terjadi pemerataan, baik kesehatan maupun pendidikan,” ujarnya.

Ajid, sapaan akrab Saharuddin Said, mengatakan, di pulau banyak anak-anak setelah lulus SD tidak lagi melanjutkan pendidikannya, karena tidak mampu.

“Mudah-mudahan setelah pemekaran ini tidak lagi dianaktirikan, baik di darat maupun di pulau ke depannya,” kata Saharuddin.

Saharuddin mengakui, ia terjun ke dunia politik dengan menjadi legislator karena adanya dorongan orang di sekelilingnya. “Yang mendukung saya untuk melangkah menjadi wakil rakyat adalah orang-orang di sekililing saya, teman-teman dan khususnya keluarga. Terutama dorongan orang-orang di pulau, supaya ada perwakilan dari pulau sana. Sudah beberapa lama tidak ada orang pulau yang duduk ke DPRD,” ungkapnya. (C)

[NEXT-RASUL]

Ingin Kuliah di Bandung Rela Jadi Pengamen

Tidak banyak orang yang menyangka H Saharuddin Said ternyata juga pernah mengalami hidup miskin dan berjuang untuk sesuap nasi dengan menjadi seorang pengamen. Meskipun orang tuanya dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, namun hal itu tidak membuatnya bermanja diri untuk menikmati fasilitas mewah yang diberikan orang tuanya.

Ia rela menjadi pengamen saat dirinya dan kedua orang tuanya berbeda paham soal pendidikan. Saat itu, ia ingin kuliah di Bandung, sementara orang tuanya berharap ia kuliah di Makassar. Ia pun nekat berangkat kuliah ke Kota Bandung tanpa restu kedua ayah dan ibunya.

Tanpa uang kiriman serta komunikasi dari orang tuanya membuat Ajid, sapaan akrab Saharuddin Said, rela ngamen untuk biaya hidupnya selama di rantau sembari tetap fokus mengenyam pendidikan di Kota Bandung.

“Sebelum menjadi dewan, saya juga pernah rasakan hidup susah. Bahkan, untuk bertahan hidup di Bandung saat kuliah dulu saya harus ngamen dan pelan-pelan saya belajar usaha dengan membuka rental play station di sana,” kenangnya. (azh/dul/C)

[NEXT-RASUL]

Nama Lengkap: H Saharuddin Said
Tempat/Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 16 Juni 1988
Pendidikan:
– SD Negeri Barrang Caddi Tahun 2000
– SLTP Immim Putera Makassar 2003
– SMU Negeri 02 Makassar 2006
– S1 STIM LPI Makassar 2010
Ayah: H Muh Said SE
Ibu: Hj Sahwiya
Saudara:
– Dr Sachriana Said SKed
– Safitri Said SE
– Saskia Nur Syawal Said.


Tag
div>