JUMAT , 20 JULI 2018

Menpar RI Sebut Bakar Ban Usik Wisatawan Manca Negara

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 19 Februari 2016 15:26

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya menyebut, bakar ban yang sering dilakukan oleh mahasiswa terutama saat aksi demonstrasi, menjadi salah satu hal yang mengusik wisatawan asing, dan menjadi salah alasan saat akan mengambil keputusan dalam kunjungannya ke suatu daerah.

“Untuk mahasiswa sebagai penerus masa depan, saat ini 100 persen lulusan parawisata diserap pasar. Sebanyak 30 persen kerja di luar negeri. Jadi jangan membakar ban di jalan, karena itu salah satu penyebab yang mengusik wisatawan asing atau manca negara,” katanya di hadapan ribuan mahasiswa Politeknik Parawisata Makassar di Kampus tersebut, Jumat (19/2).

Dikatakan, target Kemenpar tahun 2020, pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar dan penyumbang bagi bangsa.

“Inilah yang kita pikirkan. Jadi mahasiswa sebagai generasi muda penerus masa depan, pikir baik-baik, belajar untuk bersaing dengan kampus parawisata lain di Indonesia. Bila perlu, bersaing secara internasional,” tantangnya.

Dia menambahkan, Indonsesia dan negara lain di ASEAN saat ini menghadapi beberapa tantangan global, salah satu di antaranya menghadapi pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

“Jadi Perguruan tinggi di bawah naungan Kemenpar harus mempersiapkan diri, sesuai perkembangan industri dan perkembangan global,” katanya.

Sekedar diketahui, di Indonesia, beberapa Perguruan Tinggi di bawah naungan Kemenpar antara lain, Sekolah Tinggi Parawisata (STP) Bandung, Sekolah Tinggi Parawisata (STP) Nusa Dua Bali, Sekolah Tinggi Parawisata (STP) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar, dan Akdemi Pariwisata (Akpar) Medan.


div>