MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Menristek Dikti: Kampus Merugikan Masyarakat Tidak Boleh Beroperasi

Reporter:

Editor:

dedi

Jumat , 17 Maret 2017 20:49
Menristek Dikti: Kampus Merugikan Masyarakat Tidak Boleh Beroperasi

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menterian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia Prof. Muhammad Nasir menegaskan Perguruan Tinggi yang tidak mengantong izin harus di tutup.

“Tidak boleh ada Kampus buka yang tidak punya izin, itu tidak boleh,” ujarnya usai kunjungannya di Kampus UMI Makassar, Jumat (17/3).

Menurutnya, sebanyak 140 perguruan tinggi abal-abal di indonesia telah ditutup oleh Kemenristek Dikti. Dari 140 kampus tersebut, 12 di antaranya berada di Sulsel, karena dinyatakan tidak mengantongi izin Kemenristek Dikti.

“Kampus merugikan masyarakat tidak boleh beroperasi. Dalam hal ini tidak mempunyai izin,” tegasnya

Sementara itu Koordinasi Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Ir Andi Niartiningsih mengatakan adapun rilis ke 12 kampus abal-abal yang ditutup di Sulsel agar masyarakat tahu dan tidak mendaftarkan anak didiknya di kampus tersebut.

“Kita rilis Kampus yang tidak memiliki izin ini agar masyarakat tidak tertipu dan tidak menitipkan putra-putrinya disana untuk melanjutkan pendidikan,” kata Prof Niarningsih.

Ia menjelaskan bahwa adapun ijazah yang dikeluarkan dari 12 ada 7 kampus tersebut otomatis ijazahnya tidak diakui pemerintah.

“Tujuh kampus ini memang kami tidak kenal sama sekali, mereka tidak terdaftar di kopertis, mereka dirikan kampus sendiri dan mengeluarkan ijazah sendiri,” terangnya.

Namun adapun Alumni yang termasuk dari kampus yang ditutup tersebut masih diberikan keringan oleh kopertis untuk segera memprefikasi berkas ijazahnya di kopertis Wilaya IX Sulawesi.

“Segerah mahasiswa dicarikan solusi, jika bertahan akan merugikan diri sendiri,” pungkasnya.


div>