MINGGU , 21 JANUARI 2018

Menristekdikti Ancam Sanksi Kampus, Jika Ada Calo

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 17 Mei 2017 17:32
Menristekdikti Ancam Sanksi Kampus, Jika Ada Calo

Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir (tengah) saat melakuakn wawancara kepada awak media di Universitas Negeri Makassar, Rabu (17/5). Foto : Suryadi/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Momentum penerimaan mahasiswa baru  2017 kini mulai dibuka. Kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) tetap menjadi pilihan favorit bagi calon mahasiwa. Tak heran, berbagai cara akan dilakukan supaya bisa menembus PTN baik lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Jalur Mandiri.

Untuk mengantisipasi tindakan”nakal” calo di PTN. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir, menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada kampus yang oknum dosen melakukan praktek liar berupa calo.

“Kami akan berikan sanksi kepada kampus, jika kedapatan lakukan calo dengan jaminan meloloskan calon maba,” kata Nasir saat memantau SBMPTN di kampus UNM, Rabu (17/5).

Setelah jalur SNMPTN dan SBMPTN ditutup, kini banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa calo untuk bisa masuk ke PTN favorit. Ditengarai, potensi calo-calo bermain saat jalur mandiri ini dibuka sangat besar.

Dijelaskan, Kemenristek Dikti terus bekerja memperketat pengawasan terhadap semua perguruan tinggi di Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya juga mengindentifikasi kampus-kampus yang diduga menjalankan praktek liar.

Oleh sebab itu,  lanjut Natsir, jika benar terdapat calo masih terdapat tahun ini, maka sanksi tegas diberikan adalah menyerahkan kepada pihak berhaji untuk dilakukan proses hukum.

“Kalau soal sanksi tegas ya  pidana, kami serahkan ke Polisi dan juga PTN akan dicap kampus tidak jujur,” jelas Natsir.


div>