SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Mensos Teteskan Air Mata saat Serahkan Bantuan PKH di Takalar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 25 Desember 2016 13:17
Mensos Teteskan Air Mata saat Serahkan Bantuan PKH di Takalar

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parwansa.

TAKALAR – Kali ini giliran Kabupaten Takalar, Sulsel yang mendapatkan penambahan jumlah ibu-ibu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parwansa, menjelaskan, penambahan jumlah cakupan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Takalar.

“Kabupaten Takalar ini jumlah penerima PKHnya ditambah 2.824 KPM baru pada tahun ini. Jadi total keseluruhan mencapai 6.351 KPM dengan adanya penambahan baru tersebut,” tegas Mensos di Kabupaten Takalar, hari ini, Minggu (25/12).

Mensos melanjutkan, pada Desember ini merupakan pencairan bansos PKH tahap ke-4 melalui PT Pos senilai Rp 7,8 miliar. Diharapkan dana ini bisa membantu ibu-ibu penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Bantuan sosial PKH merupakan bansos bersyarat, karena penerimanya mempunyai kewajiban antara lain melakukan imunisasi bagi balita dan ibu hamil, menyekolahkan serta memperbaiki gizi anak-anaknya.

“Pengentasan kemiskinan perlu kerjasama antara pemerintah pusat dan pemda. Dengan kerjasama ini maka pengentasan kemiskinan bisa cepat terlaksana,” tambah Khofifah.

Selain PKH, tahun 2016 ini warga Kab Takalar menerima bantuan beras sejahtera senilai Rp 23,4 miliar yang diperuntukkan bagi 17 ribu lebih keluarga.

[NEXT-RASUL]

“Beras yang diterima masyarakat kualitasnya harus baik dan tidak boleh yang berkutu. Saya selalu sempatkan cek di gudang Bulog keberadaan dan kualitas beras yang akan dibagikan kepada masyarakat,” kata ketum Muslimat tersebut.

Sambil meneteskan air mata, Mensos memberikan bantuan PKH dan berpesan kepada ibu-ibu tersebut tentang pendidikan terhadap anak sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan.

“Didik anaknya ibu, yang kita keluarkan dari mulut kita adalah bertutur yang baik, bertutur yang positif. Jangan pernah yang keluar dari mulut kita yang kurang baik untuk anak kita,” tegas Khofifah.

“Kita adalah panutan bagi anak-anak kita dan anak-anak kita adalah generasi penerua bangsa. Mudah-mudahan Allah anugerahkan putra-putri yang soleh dan solehah. Saya ingin ketemu dengan bahagia ibu-ibu di Takalar,” imbuhnya sembari menyapa dan menyalami ibu-ibu yang hadir.

Menurut Khofifah, penyaluran bantuan PKH pada tahun ini sudah lebih dari 90 persen tersalurkan. Dan program ini akan tetap dilanjutkan untuk 2017 dengan target 3 juta KPM secara tunai melalui kantor pos dan 3 juta KPM lagi secara non tunai melalui Bank-bank Himbara.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat menjelaskan, jumlah bansos yang diberikan pemerintah di kabupaten Takalar pada tahun ini selain PKH dan Rastra meliputi bantuan kompensasi WNI eks Timtim di luar Provinsi NTT Rp 320 juta, bansos lanjut usia Rp 212 juta bagi 106 jiwa, dan bansos penyandang disabilitas Rp 999 juta. (rmol)


div>