KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Menteri PUPR Puji Pelayanan Emergency RSUD Parepare

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 19 April 2017 17:32
Menteri PUPR Puji Pelayanan Emergency RSUD Parepare

Menteri PUPR, Muh Basuki Hadimuljono (kiri) bersama Walikota Parepare HM Taufan Pawe, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Anggota DPR RI Andi Iwan Aras di stadion Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu, (19/4).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Muh Basuki Hadimuljono memuji pelayanan emergency Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare.

Menurut Wakil Direktur Pelayanan RSUD Andi Makkasau, dr Reny Anggraini, pujian tersebut dilontarkan Menteri PUPR kepada Walikota Parepare HM Taufan Pawe saat pilot helicopter, Kapten Wiranto ditangani tim UGD RSUD Andi Makkasau lantaran kondisi kesehatannya yang tidak stabil.

“Tadi Pak Menteri bilang begini ke Pak Wali, saya tidak sangka emergency kota Parepare sangat responsif, belum 5 menit kami mendarat, ambulansnya sudah tiba, pelayanannya cepat dan semuanya terkendali dengan baik,” kutip dr Reny meniru pujian yang disampaikan Menteri PUPR kepada Walikota Parepare melalui telpon selulernya.

Lantaran pelayanan yang dinilainya cepat dan tepat ini, Menteri PUPR bermaksud membahas perihal tersebut pada rapat cabinet yang akan digelar Kamis, (20/4) besok.

“Terus dia bilang gini, besok ada rapat kabinet, dia akan angkat tentang pelayanan emergency Parepare ke Menteri Kesehatan untuk dibahas di sana. Dan tadi Parepare juga dijanjikan perumahan dan sarana pengadaan air bersih baku,” ujar Dokter yang dianugerahi penghargaan sebagai dokter terbaik di Kota Parepare saat puncak perayaan HUT Kota Parepare beberapa waktu lalu ini.
[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, helikopter jenis Dauvhin EC 155B1 yang dikemudikan pilot, Kapten Wiranto yang mengangkut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Muh Basuki Hadimuljono harus mendarat tiba-tiba di stadion Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu, (19/4). Pendaratan dilakukan lantaran pilot tersebut mengalami sesak nafas.

Dari diagnosa dokter RSUD yang menangani, pilot tersebut memiliki riwayat penyakit Bronchitis Kronis Exacerbasi Akut dan Hipertensi.
“Setelah diperiksa lab, foto rontgen, pasien ternyata punya riwayat penyakit Bronchi dan hypertensi. Jadi setelah ditangani, saya lapor ke Pak Gub melalui Pak Walikota, jadi diputuskan Pak Gub ke Wajo dengan helikopter lain dan heli yang tadi dipakai untuk evakuasi pasien ke Makassar oleh dokter jaga dan perawat UGD. Tadi sekitar jam 4 saya dikabari, pasien sudah ada di Bandara kondisinya sudah stabil, menunggu penerbangan ke Jakarta,” pungkasnya. (sps/nia)


Tag
div>