Mentri PUPR Genjot Proyek Bendungan Sulsel

Tinjau Proyek Bendungan - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, saat meninjau pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo, Rabu (19/4). Ditargetkan Bendungan ini rampung keseluruhan pada Juli 2018 mendatang. (IST)

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau pembangunan Bendungan Passeloreng di Kabupaten Wajo dan bendungan Karalloe di Kabupaten Jeneponto, Rabu (19/4).

Pembangunan dua bendungan tersebut on progress dan sesuai yang diharapkan. Bendungan Passeloreng sudah memasuki tahapan baru, dimana telah dilakukan pengalihan aliran Sungai Gilireng ke dua unit terowongan yang telah dibuat. Tujuan pengalihan itu agar bangunan utama bendungan sudah bisa dikerjakan.

Sementara bendungan Karalloe diperuntukkan sebagai pengendali banjir, mengaliri daerah irigasi Kelara Karalloe seluas 7004 hektare, penyedia air baku sekitar 440 liter per detik, pembangkit tenaga listrik 4,5 MW, serta untuk tujuan pariwisata dan perikanan air tawar. Kehadiran bendungan itu diharapkan bisa meningkatkan cadangan air, peningkatan luas tanam, peningkatan intensitas tanam dari 150 persen menjadi 250 persen serta peningkatan taraf hidup masyarakat.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menjelaskan, saat ini waktunya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di segala bidang. Termasuk pembangunan bendungan, karena akan mendorong aktifitas ekonomi masyarakat. “Pengalihan aliran sungai itu merupakan langkah pertama pengerjaan Bendungan Passeloreng. Pembangunan bendungan ini cukup cepat dibanding pengerjaan salah satu bendungan di daerah lain yang progresnya hanya 12 persen,” kata Basuki.

Ia membeberkan, progres pembangunan Passeloreng sudah 53 persen. Jika progresnya terus seperti ini, ia optimistis bisa selesai tahun 2018, lebih cepat setahun dari target yang ditentukan. “Tahun depan akan dibangun 49 bendungan baru di seluruh tanah air. Salah satunya adalah Bendungan Pamukkulu yang terletak di Kabupaten Takalar,” ungkapnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang – Pompengan, Agus Setiawan, menjelaskan, pembangunan Bendungan Passeloreng dimulai sejak 2016 lalu, dilaksanakan secara multiyears. Proyek ini sudah dikerjakan sekitar 1,5 tahun. Progres pembangunan hingga saat ini sudah sekitar 45 persen, dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan Bumi Karsa. “Total anggaran pembangunan berkisar Rp 701 miliar. Sementara yang sudah terserap atau digunakan hingga saat ini sekitar Rp 300 miliar,” urainya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pembangunan bendungan Passeloreng akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Selain sebagai pengendali banjir, juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 138 juta meterkubik dengan tinggi bendungan 44,5 meter. Saat ini, juga masih dilakukan pengusulan review RTRW terkait kawasan hutan sebagai bagian dari tahapan proses pelepasan kawasan hutan. “Saat ini masih menunggu peninjauan tim terpadu yang berencana datang 27 April mendatang,” kata Syahrul.

[NEXT-RASUL]

Sementara dalam kunjungannya di Parepare, Menteri PUPR, Muh Basuki Hadimuljono memuji pelayanan emergency Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare.

Menurut Wakil Direktur Pelayanan RSUD Andi Makkasau, dr Reny Anggraini, pujian tersebut dilontarkan Menteri PUPR kepada Walikota Parepare HM Taufan Pawe saat pilot helicopter, Kapten Wiranto ditangani tim UGD RSUD Andi Makkasau lantaran kondisi kesehatannya yang tidak stabil. “Tadi Pak Menteri bilang begini ke Pak Wali, saya tidak sangka emergency kota Parepare sangat responsif, belum 5 menit kami mendarat, ambulansnya sudah tiba, pelayanannya cepat dan semuanya terkendali dengan baik,” kutip dr Reny meniru pujian yang disampaikan Menteri PUPR kepada Walikota Parepare.

Lantaran pelayanan yang dinilainya cepat dan tepat ini, Menteri PUPR bermaksud membahas perihal tersebut pada rapat cabinet yang akan digelar Kamis, hari ini.

“Terus Mentri bilang gini, besok (hari ini) ada rapat kabinet, dia akan angkat tentang pelayanan emergency Parepare ke Menteri Kesehatan untuk dibahas di sana. Dan tadi Parepare juga dijanjikan perumahan dan sarana pengadaan air bersih baku,” ujar Dokter yang dianugerahi penghargaan sebagai dokter terbaik di Kota Parepare saat puncak perayaan HUT Kota Parepare beberapa waktu lalu ini.

Sebelumnya, helikopter jenis Dauvhin EC 155B1 yang dikemudikan pilot, Kapten Wiranto yang mengangkut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri PUPR Muh Basuki Hadimuljono harus mendarat tiba-tiba di stadion Gelora Mandiri, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Rabu, (19/4). Pendaratan dilakukan lantaran pilot tersebut mengalami sesak nafas.

Dari diagnosa dokter RSUD yang menangani, pilot tersebut memiliki riwayat penyakit Bronchitis Kronis Exacerbasi Akut dan Hipertensi. “Setelah diperiksa lab, foto rontgen, pasien ternyata punya riwayat penyakit Bronchi dan hypertensi. Jadi setelah ditangani, saya lapor ke Pak Gub melalui Pak Walikota, jadi diputuskan Pak Gub ke Wajo dengan helikopter lain dan heli yang tadi dipakai untuk evakuasi pasien ke Makassar oleh dokter jaga dan perawat UGD. Tadi sekitar jam 4 saya dikabari, pasien sudah ada di Bandara kondisinya sudah stabil, menunggu penerbangan ke Jakarta,” pungkasnya. (Ash- Nia/D)