SABTU , 21 JULI 2018

Menuju Universitas, Yapim Gelar Workshop

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 23 Februari 2016 15:30

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Para dosen muda di Yapim diharapkan mampu untuk merancang bahan ajar mahasiswa yang berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Hal ini disampaikan oleh Prof Kaharuddin saat membawakan materi pada Lokakarya yang digelar oleh kampus Yapim Maros, Selasa (23/2).

Menurut Kaharuddin, mulai 2016 kurikulum KKNI Mulai diterapkan hal inilah yang menjadi acuan bagi para pengajar untuk memberikan perkuliahan.

“Dalam workshop ini para dosen muda diharapkan mampu merancang RPS (Rencana Pembelajaran Semester, red) dan SAP (Satuan Acara Pembelajaran, red), yang seragam sehingga mampu menghasilkan output yang berkualitas dalam hal ini mahasiswa keluaran Yapim nantinya akan menjadi sarjana yang punya daya saing tinggi,” ungkap Kahar kepada Wartawan usai membawa materi, Selasa (23/2).

Kahar melanjutkan, Dosen harus memiliki 4 kompetensi dalam mengembangkan karirnya dan itu yang diberikan dalam workshop yang digelar di aula kampus 1 Yapim ini.

“Empat kompetensi yang harus dimiliki oleh dosen, pertama kompetensi padegogi dimana didalamnya berisi kompetensi dalam merancang bahan perkuliahan, melaksanakan lalu mengujinya, selain itu ada kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi pribadi, inilah yang disampaikan pada workshop yang diadakan ini,” lanjut guru besar bidang liguistik ini.

Sementara itu ketua yapim Maros, Ikram Idrus mengatakan kalau mulai tahun ini Yapim akan menerapkan model pelayanan unggul yang merupakan salah satu cara meningkatkan output dari kampus yang sebentar lagi akan menjadi universitas.

“Termasuk kegiatan workshop ini adalah bagian dari pengembangan kapasitas pengajar yang nantinya akan berdampak pada kualitas output, ini tentunya kita lakukan sebagai bagian dari transisi sekolah tinggi menjadi universitas” Ujar Ikram.

Ikram juga menguraikan berbagai upaya telah maksimal dilakukan menuju universitas, dan ia optimis tahun ini target tersebut bisa tercapai. “Berbagai persiapan telah kita lakukan, pembenahan infrastruktur dan pengembangan SDM tentunya kita berharap tahun ini kita sudah bisa menjadi Universitas” Bebernya.

Workshop yang di gelar dua hari, Selasa-Rabu (23-24/2), melibatkan 45 dosen muda yang baru direkrut, masing-masing berasal dari 3 perguruan tinggi di Yapim, 27 Dosen dari STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan), 14 Dosen dari STIM (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen), dan 4 dosen dari STIPER (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian).


Tag
  • yapim
  •  
    div>