MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Menunggu Kejutan dari Ferrari di GP Australia

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 26 Maret 2017 12:02
Menunggu Kejutan dari Ferrari di GP Australia

int

RAKYATSULSEL.COM – Silakan berharap ada kejutan dalam seri pembuka Formula 1 GP Australia di Melbourne, Minggu (26/3) sore.

Dari hasil kualifikasi, pole position memang diamankan langganan juara, bintang Mercedes Lewis Hamilton. Namun jaraknya dengan sang rival utama, pembalap Ferrari Sebastian Vettel tidak terlalu jauh. Kemungkinan, balapan akan sangat ditentukan dari start.

Hamilton menyabet pole setelah mencatat waktu terbaik 1 menit dan 22,188 detik. Torehan tersebut menjadi rekor baru di Melbourne Grand Prix Circuit, Albert Park. Hamilton memecahkan catatan legenda F1 Michael Schumacher yakni 1 menit 24,125 detik yang dia ukir pada 2004. Catatan waktu itu lebih cepat 0,268 detik Vettel yang berada di posisi kedua.

Selisih waktu lap antara Hamilton danVettel memang tidak terlalu jauh. Karena itu, keseruan balapan hari ini akan ditentukan saat rombongan pembalap memasuki tikungan pertama. Siapa yang akan keluar tikungan itu di posisi terdepan, kemenangan bisa jadi sudah berada di depan mata. Dengan postur mobil dan ban baru yang lebih lebar, bakal lebih sulit bagi pembalap untuk menyalip di tikungan jika dibandingkan musim lalu.

Dalam urusan start, Mercedes masih menyimpan kelemahan. Tahun lalu, di Australia, Vettel yang start di posisi ketiga dengan mudah melibas duo Mercedes Hamilton dan Nico Rosberg. Bahkan rekan satu tim Vettel, Kimi Raikkonan yang start di posisi empat juga dengan mudah melaju meninggalkan duo Mercedes.

Akibat masalah start tersebut, Hamilton sampai tercecer di belakang dan harus merelakan podium teratas direbut Rosberg. Masalah start yang bersumber dari tuas kopling itu berlanjut di Bahrain. Lalu, GP Spanyol, Kanada, dan yang paling buruk terjadi di Monza. Rosberg mengalaminya di Hungaria dan balapan kandangnya di Jerman.

Perusahaan induk Mercedes, Daimler sampai turun tangan untuk mengembangkan peranti keras demi menyelesaikan masalah tersebut. Awal musim ini solusi itu ditemukan, meski belum teruji saat balapan. Jadi tuas kopling yang berada di belakang steering wheel atau setir mobil Mercedes didesain ulang. Kalau musim lalu tuas kopling tersebut berbentuk lempengan sederhana tahun ini dirancang mirip cetakan dua jari -telunjuk dan tengah. Itu supaya ketika mengoperasikannya, jari tidak terpeleset. Jadi lebih akurat.

Jika inovasi tersebut berhasil, Mercedes kemungkinan akan dengan mudah memenangi balapan hari ini. Bahkan bisa finis 1-2 jika Valtteri Bottas yang start di posisi ketiga mampu memanfaatkan kelebihan mesin Mercedes. Melihat hasil tahun lalu, meski Hamilton sempat tercecer jauh saat lap pertama, akhirnya dia mampu kembali dan bahkan melibas duo Ferrari pada akhir lomba.

[NEXT-RASUL]

”Valtteri melakukan tugasnya dengan luar biasa, mengingat ini baru kualifikasi pertamanya bersama Mercedes. Aku tak sabar untuk membalap besok (hari ini) dan ini akan sangat ketat antara kami (Bottas dan Vettel) seperti yang terlihat sepanjang akhir pekan ini,” ujar Hamilton dilansir Crash.

Sementara Vettel mengaku senang dengan performanya sejauh ini. Hasil kualifikasi kemarin menjadi start di baris depan pertamanya sejak GP Singapura 2015. Fakta tersebut membuat Vettel yakin bahwa timnya sudah mengalami kemajuan signifikan dalam pertempuran melawan Mercedes.

”Aku rasa kami bisa melakukan sesuatu pada balapan besok (hari ini). Mobilku terasa begitu nyaman, dan kami memperbaiki perfomanya. Rasanya jauh lebih baik ketimbang kemarin (sesi latihan bebas hari pertama),” tandasnya.

Yang juga bisa ikut menentukan hasil lomba adalah regulasi start baru musim ini. Tidak seperti musim 2015-2016 yakni pembalap masih mendapat bantuan dari pit wall, tahun ini mereka benar-benar melakukan start sendiri. Mekanik di pit wall dilarang ikut menyeting mapping untuk kopling yang akan digunakan saat start.

Setingan tersebut biasanya untuk menghindari wheelspin saat kopling dilepas dan pedal gas diinjak untuk kali pertama. Dengan kondisi tersebut pembalap tak cukup dengan memiliki skill tapi juga feeling saat menggunakan kopling. Kalu grogi bisa berbuntut bencana. (cak/nur/jpnn)


div>