JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Menyelaraskan Pembangunan Bantaeng Melalui Pilkada

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 25 Februari 2018 14:15
Menyelaraskan Pembangunan Bantaeng Melalui Pilkada

int

Oleh: Muhdi
Peneliti dan pemerhati Bantaeng

TIDAK ada yang bisa memungkiri, pembangunan di Bantaeng cukup menggeliat di tangan Nurdin Abdullah. Tangan dingin bupati bergelar profesor ini sukses menata Infrastruktur di daerah berjarak 120 kilometer dari Makassar itu.

Melalui tulisan ini, saya mencoba merefleksi bagaimana awalnya Nurdin Abdullah hadir di Bantaeng lalu merancangnya menjadi daerah yang dikenali hingga di tingkat nasional.

Sepuluh tahun silam, Nurdin Abdullah hadir di Bantaeng melalui momentum Pilkada. Dia saat itu masih bergelar doktor. Dia lalu memenangkan proses Pilkada lalu memulai pembangunan setelah dilantik menjadi Bupati Bantaeng.

Dua periode berjalan, Nurdin Abdullah tidak bisa lagi maju di Pilkada Bantaeng. Dia ditetapkan sebagai calon Gubernur Sulsel dengan nomor urut tiga.

Siapa pelanjutnya? Ada tiga pasang kandidat Calon Bupati. Mereka adalah M Alwi-Nurdin Halim, Andi Sugiarti MK-Andi Mappatoba dan Dr Ilham Azikin-Sahabuddin.

Uniknya, di antara ketiga paket itu, pasangan Dr Ilham Azikin-Sahabuddin memiliki banyak kesamaan. Ilham Azikin adalah satu-satunya Cabup yang bergelar doktor. Sama dengan Nurdin Abdullah ketika pertama kali datang ke Bantaeng.

Kebetulan juga, Nurdin Abdullah dan Ilham Azikin juga memiliki nomor urut yang sama. Keduanya bernomor urut tiga untuk Pilkada Bantaeng dan Pilgub Sulsel. Bagi banyak orang, angka tiga ini menggambarkan keselarasan antara masa lalu, sekarang dan masa depan.

Tidak bisa dipungkiri, Bantaeng sekarang juga tidak terlepas dari pondasi yang dibangun pemerintahan sebelumnya. Saatnya warga Bantaeng ikut menyelaraskan Bantaeng sekarang menuju Bantaeng masa depan melalui momentum Pilkada pada 27 Juni mendatang.

Kesamaan lainnya terletak di partai pengusung. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang setia mendampingi Nurdin Abdullah selama dua periode di Bantaeng juga memilih mendampingi Ilham Azikin sebagai pelanjut pemerintahan di Bantaeng. Tentu partai punya penilaian sendiri untuk memilih pasangan ini. Setidaknya, Ini menandakan jika Ilham Azikin adalah sosok yang mampu menyelaraskan pemerintahan Bantaeng dulu, sekarang dan masa depan.

Jika dilihat dari gelar pendidikan, sosok Ilham Azikin yang memiliki kesamaan dengan Nurdin Abdullah adalah sosok yang bisa menyelaraskan pemerintahan. Begitupun dengan visi dan misi yang ditawarkan pasangan ini.

Pasa akhirnya, keselarasan pemerintahan di Bantaeng akan ditentukan di bilik suara pada 27 Juni mendatang. Suara rakyat adalah penentunya. Tentu akan ada perbedaan pilihan. Tetapi untuk kebaikan Bantaeng, harusnya tidak ada konflik dari momentum ini. (*)


div>