RABU , 19 DESEMBER 2018

Menyiapkan Tenaga Siap Pakai, Unhas Masuk Dalam Kemitraan Menkominfo

Reporter:

Iskanto

Editor:

Sabtu , 22 September 2018 18:29
Menyiapkan Tenaga Siap Pakai, Unhas Masuk Dalam Kemitraan Menkominfo

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia,  Rudiantara, hari ini Sabtu (22/9/2018) menyampaikan Orasi Ilmiah dihadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Hasanuddin.

Acara yang berlangsung di Aula Prof Amiruddin ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-62 Unhas Makassar, dihadiri ratusan mahasiswa.

Pada kesempatan ini, Menteri Komunikasi dan Informatika ini memaparkan tentang rencana pemerintah untuk mempersiapkan tenaga siap pakai dalam bidang informasi dan telekomunikasi.

“Caranya adalah dengan mengembangkan pendidikan vokasional,” ujarnya.

Dijatakan, Menkominfo akan menyiapkan 20.000 tenaga siap pakai dalam bidang IT. Untuk itu, Kemenkominfo akan bermitra dengan 20 perguruan tinggi.

“Termasuk Unhas. Tahun ini akan segera kita laksanakan di 5 perguruan tinggi sebagai percontohan,” papar Rudiantara.

Rudiantara yang juga merupakan ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran Bandung menjelaskan tentang perkembangan revolusi industri dewasa ini.

“Kita sekarang telah berada di era industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan pemanfaatan internet dan telekomunikasi yang semakin masif. Fenomena ini mengharuskan kita untuk melakukan adaptasi dalam cara kita berbisnis dan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Rudiantara.

Industri 4.0 membuka banyak peluang baru. Bahkan, tanpa disadari peluang-peluang tersebut justru menjawab berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mencontohkan taksi online, yang sekarang memiliki banyak layanan. Ini bukan saja menjawab peluang bisnis, tapi juga memiliki nilai lebih.

Menurutnya, bisnis ala taksi online itu adalah bisnis yang paling mendekati syariah. Ada kejelasan akad di depan. Pengguna taksi dulu tidak mengetahui berapa biaya yang akan dia bayar jika sudah tiba di tujuan.

“Sementara dengan taksi online, pengguna jasa tahu berapa biayanya sebelum jalan. Ini adalah model akad dalam bisnis syariah,” papar Rudiantara.

Menghadapi era industri 4.0 ini, kata Rudiantara, mahasiswa harus berani berpikir out of the box. Bahkan, kalau perlu berpikir no box. Setiap mahasiswa harus mau berpikir inovatif.

“Itu berarti bukan hanya berpikir dalam bidang ilmunya saja,” lanjut Rudiantara.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Rektor Unhas, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ketua LPPM Unhas, Direktur Alumni dan Penyiapan Karir Unhas, serta para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di lingkungan Universitas Hasanuddin.

Mengawali acara, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyampaikan sambutan selamat datang. Dalam pidato singkatnya, Rektor Unhas menyampaikan terima kasih atas kesediaan Menteri untuk hadir di tengah-tengah kesibukan beliau.

“Bapak Rudiantara ini merupakan salah satu menteri paling sibuk,” katanya.

Menurut Rektor dua periode ini. Setiap dirinya browsing di internet dan membaca berita online selalu saja yang muncul itu Rudiantara sedang menyampaikan ceramah atau sedang menghadiri rapat di berbagai di kota yang berbeda-beda.

“Jadi ini merupakan suatu kesyukuran karena di tengah-tengah kesibukan beliau masih sempat untuk hadir bersama-sama kita,” kata Rektor Unhas.

Selanjutnya Prof. Dwia menyampaikan bahwa Unhas sebagai PTNBH mempunyai visi untuk mengembangkan kemaritiman.

Dirinya melaporkan juga kepada Menteri bahwa, Unhas ini sejak lama memang telah membawa visi maritim yang merupakan visi kampus.

“Dimana setiap alumni Unhas kami harapkan mempunyai karakter maritim dalam dirinya,” kata Prof. Dwia. (*)


div>