SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Menyoal Cuitan Menteri Susi di Twitter, Ini Tanggapan Kapolres Pangkep

Reporter:

Atho Tola

Editor:

Iskanto

Selasa , 16 Oktober 2018 13:41
Menyoal Cuitan Menteri Susi di Twitter, Ini Tanggapan Kapolres Pangkep

Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga (kiri) dan Kasat Polairud Polres Pangkep, AKP Ridwan Saenong.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga, menanggapi santai cuitan menteri perikanan dan kelautan, Susi Pudjiastuti di twitter. Cuitan tersebut terkait lemahnya pengawasan aparat kepolisian Polda Sulsel dan Polres Pangkep dalam menekan angka destructive fishing.

Menurut Tulus, cuitan tersebut dianggapnya sebagai motivasi. Tidak hanya itu, ia sekaligus membantah jika pihaknya gagal dalam menekan angka kejahatan di laut.

“Kalau dibilang gagal, saya rasa tidak, buktinya 2 bulan terakhir kita sudah amankan 10 tersangka destructive fishing”, ungkap Tulus, selasa (16/10).

Tidak hanya mengamankan pelaku, Polres Pangkep juga rutin melakukan patroli laut, termasuk telah bermohon ke aparat desa dan tokoh masyarakat di wilayah kepulauan. Agar menghimbau warganya tidak menggunakan cara yang melanggar hukum dalam menangkap ikan.

“Polairud kita rutin lakukan patroli, kita juga sudah minta Kades dan tokoh masyarakat di wilayah pulau, untuk meminta warganya agar tidak menggunakan cara melanggar hukum,” tambah Pria berdarah Batak tersebut.

Dia mengaku berterima kasih karena telah diingatkan, dan pihaknya berjanji akan terus bekerja maksimal, saat ini Polres Pangkep sendiri tidak tinggal diam dalam memberantas kejahatan di laut.

“Ngapain juga kita diam diam, inikan kejahatan, hanya saja kita terbatas, tapi apapun itu kita sudah terus berupaya, dan terimakasih ibu mentri yang sudah mengingatkan kita,” tutupnya.

Sebelumnya Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti menanggapi sebuah pemberitaan disalah satu media nasional terkait aktiftas destructive fishing di akun twitter pribadinya, dalam cuitan menteri yang identik dengan istilah “tenggelamkan” tersebut, menuding kegagalan aparat kepolisian khususnya Polda Sulsel dan Polres Pangkep dalam menjaga laut dari aktifitas bom ikan. (*)


div>