MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Menyoal Randis Pemkab Bantaeng Yang Hilang, Ini Klarifikasi Fakhrul Faisal

Reporter:

Editor:

Iskanto

Jumat , 12 Oktober 2018 14:58
Menyoal Randis Pemkab Bantaeng Yang Hilang, Ini Klarifikasi Fakhrul Faisal

Mantan Kasi Intelijen Kejari Bantaeng, Fakhrul Faisal (kiri) saat memberikan hak jawabnya di Harian Rakyat Sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mantan Kasi Intelijen Kejari Bantaeng, Fakhrul Faisal angkat bicara persoalan Kendaraan Dinas (Randis) Pemkab Bantaeng yang menyeret namanya. Dimana sempat diberitakan terkait randis berjenis Toyota Kijang Inova warna hitam dengan nomor polisi DD 85 FF tidak diketahui keberadaannya.

Menurut pengakuan Fakhrul Faisal, randis tersebut berstatus pinjam pakai dari Pemda Bantaeng. Namun, setelah pemakaian beberapa waktu, dirinya diberitahu bahwa randis tersebut akan di lelang oleh Pemkab Bantaeng.

“Saya dapat mobil status pinjam pakai 1 unit mobil. Kemudian berjalan waktu saya di hubungi Kabit Aset Pemda Bantaeng diakhir 2017,” kata dia saat memberi hak jawab atas pemberitaannya beberapa waktu lalu.

“Saya diberitahu bahwa mobil yang saya pake masuk dalam daftar lelang oleh Pemkab Bantaeng. Yah sya bilang kalau mau di lelang silahkan. Kalau sudah ada pemenang lelang silahkan hubungi saya lagi,” tambahnya.

Tidak berselang lama, dirinya dipertemukan dengan pemenang lelang randis Pemkab Bantaeng. Pertemuan tersebut langsung difasilitasi oleh Pemkab Bantaeng.

“Saya dipertemukan dengan pemenangan lelangmya difasilitasi kabit aset. Itu sekitar Bulan Juni 2018. Nah disitu saya minta izin sama pemenang lelang, pak boleh ndak saya pinjam lagi kisaran sebulan lagi dan dibolehkan oleh pemenang lelang,” terangnya.

Pasca pertemuan tersebut, Fakhrul Faisal mengaku bahwa pada Agustus 2018 dirinya mengembalikan randis yang telah dilelang tersebut ke Pemkab Bantaeng beserta dengan berita acaranya.

“Seingat saya agustus 2018 saya kembalikan mobil itu ke Pemkab Bantaeng lengkap dengan berita acaranya,” tuturnya.

Perihal keterkaitan antara randis tersebut dengan kasus lapangan futsal mandek di Bantaeng yang merugikan negara ratusan juta ia mengaku tidak ada kaitannya sama sekali. Apalagi kasus tersebut masih bergulir pasca dirinya di mutasi.

Meskipun begitu, ia enggan lebih jauh masuk kedalam persoalan lapangan futsal tersebut lantaran hal itu sudah diluar kewenangannya pasca di mutasi.

“Sampai saya serah terima kasus itu masih bergulir di kerjari bantaeng. Ndak mungkin saya menanggapi lebih jauh soaol itu karena saya bukan di kerjari bantaeng lagi. Mobil dan lapangan futsal itu tidak ada hubngannya. ,” tandasnya. (*)


div>