SABTU , 26 MEI 2018

Merasa “Dianaktirikan”, IGI Parepare Minta Dilibatkan di Setiap Momen Keguruan

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 09 Mei 2018 14:31
Merasa “Dianaktirikan”, IGI Parepare Minta Dilibatkan di Setiap Momen Keguruan

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Parepare merasa “dianaktirikan” lantaran tidak pernah dilibatkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) dalam setiap kegiatan keguruan, seperti Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang akan digelar Jumat, (11/2/2018).

Hal ini diungkap Ketua IGI Parepare, Muh Syukur Salman, Rabu, (9/5/2048). Menurutnya, IGI juga merupakan salah satu organisasi profesi guru sehingga layak diikutsertakan di setiap momen yang berkaitan dengan kegiatan guru.

“Kami minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar dalam melaksanakan kegiatan guru atau yang melibatkan guru, agar lebih bijak. Organisasi profesi guru yang diakui pemerintah bukan cuma PGRI, tapi juga IGI,” sindir Syukur Salman.

IGI Parepare kata dia, merupakan salah satu organisasi guru yang telah sah dan diakui serta telah banyak berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru.

“Khusus di Parepare IGI jelas dan aktif melaksanakan fungsinya sebagai organisasi guru, dengan banyaknya kegiatan yang telah kami lakukan,” kritik Syukur Salman, yang juga Kepala SDN 71 Parepare.

Sebagai Ketua IGI, dia berharap Dinas P&K Parepare ke depan bisa mengikutsertakan IGI, selain PGRI dalam setiap momen kegiatan yang bersentuhan dengan konsistensi guru.

Terpisah, Sekretaris Dinas P & K Kota Parepare, Arifuddin membantah jika ada organisasi profesi guru yang “dianaktirikan”.

Arifuddin mengatakan, harusnya setelah organisasi tersebut terbentuk, pihak IGI dapat melakukan audiensi terkait peran dan kehadirannya.

“Tidak ada “penganaktirian”, hanya saja komunikasi yang tidak pernah terbangun. Harusnya kita duduk bersama, apalagi kita butuh organisasi stake holder. Kita juga belum tahu aturannya, apakah status IGI melekat di bawah naungan PGRI atau bagaimana, makanya perlu memang penguatan komunikasi. Sejauh ini IGI belum pernah audiensi terkait itu,” terang Arifuddin. (*)


div>