SABTU , 20 OKTOBER 2018

Mesin Parpol Belum Bergerak Maksimal

Reporter:

Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Kamis , 03 Mei 2018 12:21
Mesin Parpol Belum Bergerak Maksimal

Dok. RakyatSulsel

– Dualisme, Pimpinan Tidak Tegas

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Hari pencoblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel akan digelar 27 Juni mendatang. Namun, pergerakan Partai Politik (Parpol) pengusung belum maksimal dalam memenangkan calon usungannya.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto, menilai, hanya sebagaian partai pengusung yang melakukan kerja maksimal. Adapula yang hanya melibatkan segelintir pengurus parpol dalam tim pemenangan.

“Masih ada partai politik yang mengalami dualisme dukungan. Ada kader-kader mendukung kandidat lain, padahal partainya telah menentukan usungan,” terang Andi Ali, Rabu (2/5) kemarin.

Ia melihat, kerja parpol akan optimal jika kadernya satu suara dan kompak. “Seharusnya ini tidak terjadi (dualisme) dan seharusnya partai satu garis kebijakan,” ujarnya.

Salah satu penyebab parpol tidak bergerak maksimal, kata Andi Ali lagi, karena pimpinan parpol belum terlalu tegas terhadap kader yang membelok.

“Pimpinan partai harus tegas kalau masih ada kader yang tidak mengikuti putusan partai,” pungkasnya.

Sementara, Partai Demokrat yang konsisten berada di barisan kandidat independen Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), gencar melakukan sosialisasi untuk bisa memenangkan kandidat nomor urut empat ini.

“Saat ini Demokrat yang hanya partai pendukung sangat intens mensosialisasikan pasangan IYL – Cakka, bahkan seluruh kader Demokrat sangat solid untuk bisa memenangkan pasangan ini,” kata Ketua Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Demokrat Sulsel, Zulkarnain Paturuni.

Dirinya menyebutkan, Demokrat tidak memiliki kendala selama partai berlambang mercy ini menjadi partai pendukung. Setiap melakukan kunjungan ke daerah-daerah, pihaknya telah melakukan konsolidasi agar bisa memenangkan IYL – Cakka.

“Saya selaku Ketua BP OKKD PD Sulsel beserta Tim BP OKKD telah melakukan konsolidasi kepengurusan di 3.038 kelurahan/desa dan 308 kecamatan di 24 kabupaten/kota se Sulsel, sekaligus mengukuhkan tim pemenangan partai untuk Punggawa Macakka di semua tingkatan kepengurusan dan tim partai,” bebernya.

Sedangkan, PDI Perjuangan terus menggerakkan mesin partainya hingga tingkat ranting, untuk memenangkan pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS). Pergerakan dilakukan secara maksimal, bukan hanya menjelang pencoblosan, tetapi sudah sejak awal.

“Pergerakannya mulai dari DPP, DPD, dan DPC hingga ranting, bergerak terus untuk memenangkan. Karena kita punya struktur sampai kebawah, itu kita miliki,” kata Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Sulsel, Andi Ansyari Mangkona.

Bahkan, kata dia, pengurus PDIP di tingkat provinsi kerap kali turun untuk memberikan semangat dan motivasi kader agar dapat bekerja lebih maksimal. Sekaligus, melihat apa yang menjadi kendala kader di bawah untuk mensosialisasikan kandidat calon gubernur dukungan PDIP.

“Sudah kita lakukan, bahkan DPD juga beberapa waktu lalu turun kebawah untuk memberikan motivasi. Mereka-mereka semua, kita adakan evaluasi, kemarin rakorda juga kita lakukan evaluasi,” jelasnya.

Menurut Andi Ansyari Mangkona, meskipun hasil survei NA-ASS berada di puncak teratas, PDIP enggan merenggangkan kerja-kerja partai di lapangan. Justru malah semakin memaksismalkan kinerja dengan sisa waktu yang ada.

“Kita cuma beracuan sementara melalui survei. Untuk sementara masih unggul di survei. Tapi kita tidak melihat hal itu bahwasanya survei sudah seperti itu, lantas kita tidak melakukan kegiatan dibawah untuk pemenangan,” imbuhnya. (*)

 


div>