SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Meski Bermandikan Cahaya, Anggaran Pembayaran Listrik PJU Parepare Justru Turun, Ini Alasannya

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 20 Juni 2017 15:19
Meski Bermandikan Cahaya, Anggaran Pembayaran Listrik PJU Parepare Justru Turun, Ini Alasannya

Kondisi penerangan di Kawasan Hastom, Kota Parepare.

PAREPARE, RAKSUL. COM- Anggaran pembayaran listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) Kota Parepare mengalami penurunan, meskipun kondisi penerangan di Kota Habibie ini kini bermandingan cahaya dengan gemerlap lampu-lampu hias yang bertebaran di jalan utama, bahkan lorong-lorong pun telah terang benderang.

Jika sebelumnya, Pemerintah Kota Parepare menggelontorkan anggaran hingga Rp 780 juta perbulan hanya untuk membayar listrik PJU, kini untuk alokasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare hanya mengeluarkan sekira Rp 550 juta perbulan, atau hemat 30 persen dari anggaran sebelumnya.

Menurut Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, minimnya anggaran pembayaran listrik untuk menerangi kota dan lorong-lorong yang ada di Kota Parepare dikarenakan pihaknya menerapkan program hemat energy dengan cara mengubah penggunaan balon lampu.

Program tersebut kata pria kelahiran Parepare ini, yaitu dengan menggunakan lampu Light Emitting Diode (LED) yang dulunya menggunakan lampu neon.

“Dulu pembayaran listrik setiap bulannya mencapai Rp 780 juta dengan menggunakan lampu neon, namun setelah menggunakan lampu LED untuk menerangi lorong dan lingkungan justru pembayaran menurun menjadi Rp 550 juta, jadi kita menghemat sampai 30 persen,” ujar Walikota bergelar Doktor ini.

Taufan menjelaskan, lampu LED merupakan produk diode pancaran cahaya (LED) yang disusun menjadi sebuah lampu. Lampu LED memiliki usia pakai yang efisiensi listrik beberapa kali lipat lebih balik daripada lampu pijar. “Ini juga tetap jauh lebih efisien daripada lampu neon, beberapa chip bahkan dapat menghasilkan lebih dari 300 lumen per watt,” detilnya.

Taufan menjelaskan, apa yang dilakukannya dalam menerangi Kota Parepare saat ini bukan sebuah pemborosan, jika dibarengi dengan solusi dan strategi yang tepat.

“Meskipun kondisinya sekarang sudah sangat terang seperti sekarang ini, buktinya kami mampu melakukan penurunan biaya pembayaran lampu jalan, itu bukti bahwa kita berhasil melakukan penghematan energi,” pungkasnya.
[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Kepala UPTD Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Burhanuddin, membenarkan, sejak penggunaan Lampu LED total penggunaan energi dari jatah lampu jalan yang ada di Kota Parepare ternyata berkurang dari sebelumnya.

“Kalau sekarang jumlah KWH yang kita gunakan dari target penggunaan kami itu hanya ada 35 persen yang telah digunakan, dan itu tandanya kalau kita sudah melakukan pengurangan penggunaan energi listrik,” ujarnya.

Bur, sapaan pria ini mengakui, jika selama ini terdapat beberapa meteran listrik untuk lampu jalan, pihaknya hanya membayar beban bulanan saja disebabkan kuota yang digunakan minim dari pemakaian.

“Bahkan kami kadang hanya membayar beban bulanan saja karena pemakaian kita itu di bawah dari kouta yabg tersedia,” katanya.
Bur juga menjelaskan, jika saat ini pihaknya masih bisa melakukan pemasangan lampu di beberapa titik, mengingat ketersediaan kuota masih banyak.

“Kita masih bisa pasang di beberapa titik. Kuota kita masih sangat banyak yang tersisa,” jelas mantan Bendahara Dinas Tata Ruang Kota Parepare ini.

Penerangan jalan yang hampir merata di Kota Parepare ini pun berdampak pada kenyamaan dan keamanan di Kota Parepare. Tahun ini, lembaga survey Celebes Research Center (CRC) merilis tingkat keamanan Kota Parepare mencapai 96 persen. (sps/nia)


Tag
div>