MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Milad 54 IMMIM, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Terima Fadeli Luran Award

Reporter:

Irsal

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 03 Mei 2018 14:36
Milad 54 IMMIM, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Terima Fadeli Luran Award

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Puncak peringatan Milad IMMIM ke 54 berlangsung sukses di Kantor DPP IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (3/5).

Peringatan milad tersebut dihadiri sejumlah tokoh. Seperti Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Dr AGH Nasaruddin Umar, M.A, Kakanwil Kemenag Sulsel, Plt Wali Kota Makassar, Ketua MUI Sulsel dan sejumlah ulama, tokoh masyarakat dan ratusan jemaah keluarga besar IMMIM.

Acara tersebut dirangkaikan dengan penyerahan Fadeli Luran Award dan IMMIM Award 2018.

Ada tiga kategori pemberian penghargaan gelar Fadeli Luran 2018, diantaranya Prof Dr Nasaruddin Umar sebagai Syaikhul Mubaligin. Penghargaan Fadeli Luran Award ini juga diberikan kepada Drs H M Arsyad Palentei untuk kategori Mubalig dan Mahyuddin, sebagai imam masjid.

Adapun IMMIM Award diberikan kepada 4 Masjid terbaik, yakni Masjid Jami Azhar Jalan Sultan Alauddin untuk kategori pengamalan nilai ke-IMMIM-an, Masjid Besar Al-Abrar Jalan Sultan Alauddin untuk kategori layanan ibadah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, Masjid Syura Jalan A R Hakim untuk kategori kualitas sarana dan prasarana serta Masjid Darul Muttaqin BTN Minasa Upa untuk kategori organisasi dan administrasi keuangan.

Prof Nasaruddin Umar mengaku bangga atas penghargaan tersebut. Ia membeberkan bahwa sudah banyak tawaran untuk menerima penghargaan sebagai Imam Besar Istiqlal Jakarta. Namun tawaran IMMIM diterima karena IMMIM dianggap masih konsisten dengan perjuangan IMMIM yang dulu. “IMMIM beradavdi jalurnya dari dulu sampai sekarang,” ujarnya.

Selanjutnya Prof Nasaruddin Umar dalam Tausiahnya banyak membahas tasawuf dalam dunia modern. Ia mengajukan konsep teosufi, yakni memahami ajaran Islam dengan akal dan bathin. Menurutnya jaman now sekarang ini dibutuhkan dakwah yang menyajikan kearifan nalar dan kejernihan batin. “Gabungan keduanya itulah yang disebut teosufi,” jelasnya.

Guru Besar dalam Ilmu Tafsir ini juga berharap mubalig tidak hanya berdakwah dengan banyak dagelan/lucuan semata. Tetapi bagaimana isi dakwahnya bisa membimbing umat ke arah yang lebih baik.

Ketua DPP IMMIM Prof Dr H Ahmad M Sewang, MA dalam sambutannya menyatakan, tahun-tahun sebelumnya kategori syekh mubaligin diantaranya telah diberikan kepada H M Amin Syam, Prof H M Quraish Shihab, M A, AGH DR M Sanusi Baco, Lc dan KH Bakri Wahid, BA (alm).

Sementara itu Ketua Umum YASDIC IMMIM, Ir HM Ridwan Abdullah, dalam sambutannya menyatakan ide pemberian IMMIM Award dan Fadeli Luran Award diinspirasi oleh berbagai ajang penghargaan di dunia, seperti hadiah nobel untuk sains dan kemanusiaan. Selain itu, ini merupakan salah satu upaya menjaga 4 pilar kemakmuran masjid.

Ia menambahkan, penghargaan Fadeli Luran Award diperuntukkan bagi perorangan yang dianggap berjasa sebagai tokoh masyarakat dan sejalan dengan visi dan misi IMMIM.

“Juga diberikan kepada mubalig dan imam. Sedangkan penghargaan IMMIM Award diberikan kepada lembaga, dalam hal ini masjid. Ke depan, IMMIM Award bisa juga diberikan kepada pesantren yang memiliki orientasi yang sejalan dengan prinsip IMMIM,” jelasnya. (*)


div>