KAMIS , 26 APRIL 2018

Mimpi Buruk Manchester City Itu Bernama Mohamed Salah

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 11 April 2018 08:21
Mimpi Buruk Manchester City Itu Bernama Mohamed Salah

int

RAKYATSULSEL.COM –

Manajer Manchester City cukup belajar banyak dari kekalahan di leg pertama kontra Liverpool pekan lalu. Pep Guardiola menyadari pentingnya gol-gol di menit awal. Dan, hal ini juga dipahami oleh seluruh skuad City di laga kedua perempat final Liga Champions, Rabu (22/4) dini hari tadi.

Terbukti, laga baru berjalan sekitar satu menit sudah tercipta gol dari kaki Gabriel Jesus. Dia memanfaatkan umpan mendatar yang dikirim Rahim Steerling dengan akurat. Sepakan Jesus mengarah dengan tepat ke sisi gawang yang tidak terjangkau Karius.

City belum puas dengan gol yang dicetak Jesus. Berbagai upaya dilakukan untuk menambah gol. Namun, tak banyak peluang yang mereka ciptakan mampu memberikan ancaman berarti bagi gawang Liverpool.

City belum puas dengan gol yang dicetak Jesus. Berbagai upaya dilakukan untuk menambah gol. Namun, tak banyak peluang yang mereka ciptakan mampu memberikan ancaman berarti bagi gawang Liverpool.

Lima menit jelang turun minum serangan City mulai lebih tajam. Sebuah tendangan Bernardo Silva sempat mengenai tiang gawang Liverpool. Menit 43, Leroy Sane sempat mencetak gol. Namun dibatalkan wasit karena posisi Sane dianggap telah lebih dulu offside.

Putusan wasit Antonio Mateu Lahoz ini mengundang reaksi keras dari Guardiola. Dia melakukan protes secara berlebihan. Hasilnya, Guardiola pun diusir wasit dari pinggir lapangan.

Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Liverpool. Skuad The Reds mulai bangkit di babak kedua. Mereka tak lagi fokus menjaga pertahanan.

Babak kedua baru berjalan 10 menit, Sadio Mane mampu menerobos pertahanan City hingga ke kotak penalti. Sane sempat terjatuh dan bola lepas dari penguasaannya. Mohamed Salah yang tepat berada di belakang Mane tak membiarkan kesempatan lepas begitu saja. Dengan sedikit sontekan, bola pun masuk ke dalam gawang City.

Gol ini membangkitkan kepercayaan diri pasukan Jurgen Klopp. Sejumlah serangan mampu dirancang dengan baik. Meski jumlahnya memang masih kalah banyak dibanding serangan pasukan The Citizens.

City sendiri terus berupaya menambah gol mereka. Namun inilah yang menjadi bencana bagi pasukan Manchester Biru. Sebuah serangan balik Liverpool membuat Firmino lepas dari kawalan dan melakukan tendangan ke tiang jauh. Liverpool berbalik unggul 2-1.

Di sisa waktu, City tetap berusaha mencetak gol. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam dan solidnya pertahanan Liverppool membuat semua upaya tersebut tak mampu membuahkan hasil.

“Saya sedikit lebih suka babak kedua di Anfield dibanding babak pertama di sini. Tapi anak-anak makin dewasa. Kami mendapat hari baik, kami bisa kalahkan semua tim. Kami sebenarnya masih dalam fase perkembangan, tapi kami sudah menjadi sebuah tim yang bagus,” ungkap Klopp usai laga di uefa.com.

Liverpool pun lolos ke semifinal dengan agregat 5-1. The Reds kini akan berupaya meraih titel Liga Champions ke-6 mereka. Sementara bagi City, ini menjadi kekalahan ketiga mereka secara beruntun dalam satu pekan terakhir.

Man City 1-2 Liverpool
(Gabriel Jesus 2′ – Salah 56′, Firmino 77′)

Susunan Pemain
Manchester City: Ederson, Otamendi, Walker, Laporte, David Silva (Ahuero 66′), Fernandinho, De Bruyne, Sterling, Sané, Bernardo Silva (Gundogan 74′), Gabriel Jesus
Pelatih: Josep Guardiola

Liverpool: Karius, Lovren, Van Dijk, Robertson, Alexander-Arnold (Clyne 81′), Milner, Wijnaldum, Oxlade-Chamberlain, Firmino (Klavan 81′), Salah (Ings 89′), Mané
Pelatih: Jurgen Klopp

Wasit: Antonio Mateu Lahoz

(adw/JPC)


div>