JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Mini Market Dilarang Jual Minol

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 17 April 2018 12:30
Mini Market Dilarang Jual Minol

Ilustrasi mini market. (ist)

* Disdag Segera Lakukan Sidak

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar bakal menyisir seluruh mini market yang menjual minuman beralkohol (minol) di Kota Makassar. Penyisiran dilakukan untuk menindaklanjuti aturan yang melarang mini market menjual minol.

Ini diungkapkan Kepala Bidang Penindakan dan Pengawasan Disdag Kota Makassar, Syahruddin saat ditemui diacara kegiatan Sosialisasi Regulasi Pelanggaran Perdagangan Khususnya Pelanggaran Perdagangan Minuman Beralkohol di Hotel Prima, Senin (16/4) kemarin.

Menurut Syahruddin, persepsi pengusaha dalam memahami aturan minuman beralkohol dilapangan sangat jauh berbeda. Selain itu, adanya kekakuan dalam melihat aturan yang dilanggar berawal dari ketidakpahaman aturan yang ada di Pemkot dimana antara aturan pusat dan daerah.

“Mini market itukan sudah ada aturannya tidak bisa menjual minuman beralkohol,” tegas Syahruddin.
Dengan adanya perbedaan persepsi tersebut, kata Syahruddin, sosialisasi Regulasi Pelanggaran Perdagangan Khususnya Pelanggaran Perdagangan Minuman Beralkohol bisa memberikan pemahaman yang pas buat pelaku usaha.

“Sosialisasi ini bisa memberikan pemahaman yang sama para pelaku usaha ketika kita (Disdag) melakukan pengawasan dan penindakan terutama Minol yang tidak pada tempatnya ataupun minol yang tidak sesuai aturan,” ucap Syahruddin.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan, saat dilakukan pengawasan dan penindakan lalu ditemukan adanya minol yang tak berizin dan bukan peruntukkannya maka akan membuat rekomendasi ke Satpol PP untuk ditindak.

“Kalau penindakan berupa penyitaan itu ada di Satpol PP, sanksinya paling tinggi penutupan usaha,” jelas Syahruddin

Selain mini market, lanjut Syahruddin, usaha cafe dan resto juga dalam regulasi tidak boleh menjual minol dalam semua jenis alkohol.

“Ini (Kegiatan Sosialisasi) yang mau disatukan karena dalam peraturan itu (Permendagri) dimungkinkan (cafe resto), tapi di Perda itu tidak dibolehkan bahkan untuk retribusinya tidak ada juga,” ucap Syahruddin.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Iklim Usaha Perdagangan Disdag Sulsel, Idham M Betta mengatakan bahwa kewenangan dalam mengeluarkan izin dan pengawasan Minumam Beralkohol diberikan di Pemerintah Kota dan Kabupaten.

“Tugas Disdag Provinsi untuk minol sendiri hanya sebagai fasilitator saja,” ucap Idham M Betta.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel saat ini hanya mengurusi persoalan minol dalam kategori A bersama dengan kementerian, tetap sejak tahun 2006 kebijakan izin minol berada di Kkabupaten dan kota. (*)


div>