SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Minta Dinkes Tambah Biaya Operasional Puskesmas

Reporter:

Arini

Editor:

Iskanto

Jumat , 05 Oktober 2018 10:20
Minta Dinkes Tambah Biaya Operasional Puskesmas

ilustrasi puskesmas (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendorong Dinas Kesehatan Kota Makassar menambah biaya operasional Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2019.

Apalagi, anggaran Dinkes sebesar Rp.27 miliar akan ditaring Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sehingga ada 19 titik Puskesmas yang akan mendapatkan biaya operasional tambahan di APBD Pokok 2019 yang kemungkinan tidak bisa terlaksana pada APBD Perubahan 2018.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, Hamzah Hamid mengatakan saat ini jumlah Puskesmas di Kota Makassar telah dominan mendapatkan penambahan biaya operasional. Menurutnya, biaya operasional kurang terserap baik di APBD.

“Sebelumnya itu belanja operasional hanya mencapai 40 persen karena Puskesmas kesulitan untuk menyerap anggaran operasional. Karena Puskesmas mau belanja operasional atau dana JKN dibatasi sesuai dengan petunjuk teknis dari dari Kementerian Kesehatan,” kata Hamza, Kamis (4/10).

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan harus semakin dekat ke rakyat. Sehingga, biaya opersionalnyapun harus ditambah untuk memenuhi biaya pembeli obat-obatan dan kebutuhan kesehatam lainnya. Kehadiran Puskesmas ini sudah layak, tinggal butuh keseriusan bersama ditahun ini untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain itu, petunjuk teknis pemanfaatan dana operasional sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Penggunaan Dana Kapitasi JKN untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional Puskesmas telah diatur baik pengeluaran dan fasilitas kesehatan.

Diketahui, 19 titik yang mendapatkan anggaran penyediaan biaya operasional yakni Puskesmas Barabaraya Rp.3.074 milliar, Puskesmas Cendrawasih Rp.1.638 milliar, Puskesmas Jongaya Rp.2.650 milliar, Puskesmas Ujungpandang Baru Rp.3.420 milliar, Puskesmas Kaluku Badoa Rp.3.256 milliar, Puskesmas Kassi Kassi Rp.4.480 milliar dan Puskesmas lainnya. (*)


div>